Seskab Teddy Tegaskan Program MBG Tak Potong Anggaran Pendidikan: Itu Narasi Keliru
JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya buka suara terkait kabar program Makan Bergizi Gratis (MBG) memotong anggaran pendidikan. Ia pun menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.
Awalnya, ia menjelaskan ada beberapa pihak yang menggiring isu terkait MBG memotong anggaran pendidikan hingga sekolah dan guru tak diperhatikan. Ia membantah kabar itu dan menegaskan informasi tersebut tidak benar.
"Jadi kemarin ada pihak sedikit pihak yang menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis itu mengurangi program dan anggaran pendidikan sehingga sekolah terbengkalai kemudian guru-guru tidak diperhatikan. Jadi saya mau jawab itu narasi yang keliru ya," ucap Teddy di Kompleks Istana, Jumat (27/2/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan program MBG pada dasarnya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA. Sedangkan, anggaran pendidikan dan MBG disepakati berbeda.
Menag Tegaskan Zakat Tak Dipakai untuk MBG, hanya Disalurkan ke yang Berhak
"Kemudian anggarannya, anggaran pendidikan ini sudah disepakati bersama oleh DPR pemerintah termasuk Badan Anggaran DPR tahun lalu pada September kalau tidak salah untuk digunakan di 2026 termasuk isi dan peruntukan dari anggaran pendidikan ini itu ya," ujar Teddy.
MBG untuk Lansia dan Disabilitas Segera Meluncur, Skema Dimatangkan
"Kemudian pertanyaannya adalah apakah program makan bergizi ini mengurangi program pendidikan? Oke, saya jawab tidak," sambung dia.Teddy memastikan semua program pendidikan berjalan, seperti Kartu Indonesia Pintar. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto menambah program pendidikan lainnya, yakni Sekolah Rakyat.
"Jadi yang mau saya sampaikan di sini tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau tidak berjalan. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah dan lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya dan juga gurunya. Ya, jadi saya rasa itu menjawab semua pertanyaan," ujar Teddy.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP sekaligus Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati mengatakan sumber program MBG berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk dalam pos anggaran pendidikan.
Esti menjelaskan anggaran MBG tercantum dalam lampiran APBN dan menggunakan sebagian dari alokasi anggaran pendidikan tersebut.
“Di dalam lampiran APBN berupa Peraturan Presiden disebutkan secara jelas bahwa dari Rp769 triliun anggaran pendidikan, digunakan untuk MBG sebesar Rp223,5 triliun. Kami merasa perlu menjelaskan secara gamblang agar masyarakat mengetahui kebenaran sesuai data,” katanya Rabu (25/2/2026).
Editor: Puti Aini Yasmin