Senjata Perang Mematikan Zaman Kerajaan di Nusantara, dari Keris sampai Meriam
Ketika Indonesia di masa penjajahan, keris juga digunakan sebagai senjata perang untuk melawan Belanda. Namun saat ini, keris digunakan sebagai benda pusaka serta pelengkap busana dalam upacara adat.
2. Tombak Kanjeng Kiai Pleret
Tombak Kanjeng Kiai Pleret merupakan senjata pusaka milik Raja Mataram Islam pertama Panembahan Senopati, Danang Sutawijaya. Tombak ini mempunyai panjang 3,5 meter.
Tombak Kanjeng Kiai Pleret digunakan saat perang melawan Arya Penangsang. Dengan Tombak ini, Panembahan Senopati dapat melukai Arya Penangsang yang sakti mandraguna serta mempunyai ilmu kebal. Arya Penangsang pun tewas akibat tusukan tombak ini.
3. Tombak Kanjeng Kiai Baru Klinting
Tombak Kanjeng Kiai Baru Klinting merupakan senjata milik Ki Ageng Mangir Wanabaya dari Kerajaan Mataram Islam. Namun akhirnya senjata ini jatuh ke tangan keturunan Panembahan Senopati yaitu Sultan Agung Hanyokrokusumo.
Saat itu Tombak Kanjeng Kiai Baru Klinting digunakan Ki Nayadarma sang Lurah Kapedak untuk berperang melawan Adipati Pati Pragola II yang memberontak terhadap kekuasaan Mataram. Diketahui, tubuh Adipati Pati Pragola II yang dikenal tidak mempan senjata, bisa dirobek Tombak Baru Klinting yang dipakai Ki Nayadarma.