Selesaikan Polemik Ijazah Jokowi dengan Transparansi, Bukan Kriminalisasi
Justru yang berbahaya adalah jika perdebatan ini dijawab dengan pembiaran, atau yang lebih buruk, dengan kriminalisasi terhadap warga yang mempertanyakan. Padahal jika dokumen itu sah dan autentik, maka tidak perlu ada yang dikorbankan melalui proses hukum yang justru memperkeruh keadaan.
Sebut Orang Besar di Balik Dugaan Ijazah Palsu, Jokowi Minta Jangan Ada yang Merasa Tertuduh
Maka saya mengajak seluruh pihak untuk berpikir jernih. Jika tidak ada yang disembunyikan, maka tunjukkan. Bangsa ini terlalu besar untuk terus dipertentangkan oleh sebuah dokumen yang seharusnya mudah diverifikasi. Tanggung jawab moral seorang pemimpin adalah menjernihkan, bukan membiarkan rakyat saling curiga.
Indonesia membutuhkan pemersatu, bukan pembiaran atas perpecahan.
Survei LSI Denny JA: Tamatan SD Paling Banyak Tak Percaya Ijazah Jokowi Palsu
*Isi tulisan menjadi tanggung jawab penulis
Editor: Maria Christina