Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkes Pastikan Super Flu Tak Mematikan seperti Covid-19: Gak Usah Khawatir
Advertisement . Scroll to see content

Selain B117, Mutasi Covid-19 N439K dari Skotlandia Sudah Masuk Indonesia

Sabtu, 13 Maret 2021 - 15:16:00 WIB
Selain B117, Mutasi Covid-19 N439K dari Skotlandia Sudah Masuk Indonesia
PB IDI mengatakan mutasi covid-19 N439K dari Skotlandia terlebih dahulu terdeteksi di Indonesia daripada B117. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Beberapa waktu lalu pemerintah Indonesia mengumumkan kasus pertama covid-19 mutasi B117 dari Inggris yang disebut lebih cepat menular. Selain varian B117 itu, ternyata ada mutasi covid-19 lain yang sudah masuk Indonesia.

Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban menyebut mutasi covid-19 N439K dari Skotlandia juga menyebar di Indonesia. Hingga saat ini sudah ada 48 orang di Indonesia yang terinfeksi varian tersebut.

“Sebanyak 48 kasus mutasi N439K telah terdeteksi di Indonesia. Kemudian, apa yang harus kita ketahui tentang varian N439K ini?” ucap Zubairi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (13/3/2021).

Zubairi mengatakan varian N439K diduga muncul dua kali secara terpisah. Pertama kali di Skotlandia pada waktu awal pandemi. Lalu, kali kedua dengan jangkauan lebih luas di Eropa dan saat ini sudah sampai Indonesia.

“N439K ini awalnya dianggap menghilang saat lockdown diberlakukan di Skotlandia. Tapi justru muncul di Rumania, Swiss, Irlandia, Jerman, dan Inggris. Dan, mulai November tahun lalu, varian ini dilaporkan menyebar secara luas,” ujar Zubairi.

Zubairi mengatakan mutasi N439K ini bersifat resisten terhadap antibodi.

"Yang paling disorot dari N439K adalah sifatnya yang resisten terhadap antibodi alias tidak mempan. Baik itu antibodi dari tubuh orang yang telah terinfeksi, maupun antibodi yang telah disuntikkan ke tubuh kita,” tuturnya.

Zubairi mengungkapkan Amerika Serikat telah mencoba mengantisipasi N439K ini.

“Mereka mengeluarkan emergency used authorization (EUA) untuk dua jenis obat antibodi monoklonal dalam pengobatan Covid-19. Tapi, yang jadi soal, N439K ini tidak mempan diintervensi oleh obat itu. Dikatakan Gyorgy Snell, Direktur Senior Biologi Struktural di Vir Biotechnology California, N439K punya banyak cara mengubah domain immunodominant untuk menghindari kekebalan (tubuh manusia) sekaligus mempertahankan kemampuannya untuk menginfeksi orang,” ujar Zubairi.

Zubairi mengatakan yang jadi catatan epidemiolog yaitu penyebaran N439K tidak secepat B117 yang menyebar di Inggris dan sudah masuk ke Indonesia.

“Namun, yang jadi catatan epidemiolog, penyebaran N439K tidak secepat B117, dan semoga kedepannya juga demikian,” katanya.

Zubairi pun berpesan dengan penemuan ini, disiplin protokol kesehatan menjadi sangat penting. Dia juga mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum usai. 

“Pesan saya. Tetap jaga jarak, pakai masker dan hindari kerumunan, apalagi di dalam ruangan. Jangan bosan saling ingatkan. Pandemi belum usai,” katanya. 

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut