Sejarah Nenek Moyang Bangsa Indonesia dan 4 Teori Asal-Usulnya
Bahasa Melayu memang memiliki kesamaan dengan bahasa Campa (Kamboja), namun persamaan ini hanyalah satu kebetulan. Adanya kemungkinan bahwa orang Melayu adalah keturunan dari Homo Soloensis dan Homo Wajakensis. Kemudian, perbedaan bahasa antara Austronesia yang berkembang di Nusantara dengan bahasa Indo-Eropa yang berkembang di Asia Tengah
c.Teori Out of Taiwan
Teori ini berpendapat sejarah nenek moyang bangsa Indonesia bukan berasal dari daratan Cina, melainkan dari Taiwan. Teori ini didukung oleh Harry Truman Simanjuntak. Serta menurut pendekatan linguistik, dijelaskan bahwa dari keseluruhan bahasa yang dipergunakan oleh suku-suku di Nusantara memiliki rumpun yang sama, yaitu Austronesia.
Akar dari keseluruhan cabang bahasa yang digunakan oleh leluhur yang menetap di Nusantara berasal dari rumpun Austronesia di Formosa atau dikenal dengan rumpun Taiwan. Selain itu, riset genetika yang dilakukan pada ribuan kromosom tidak menemukan kecocokan pada pola genetika dengan wilayah Cina.
d.Teori Out of Africa
Teori ini menyatakan bahwa manusia modern yang hidup saat ini berasal dari Afrika. Teori ini didasari oleh ilmu genetika melalui penelitian DNA mitokondria gen perempuan dengan gen laku-laki.
Max Ingman ahli dari Amerika Serikat berpendapat bahwa manusia modern yang ada saat ini berasal dari Afrika dengan kurun waktu antara 100-200.000 tahun. Dari hasil penelitiannya, Max juga menyatakan bahwa manusia Afrika melakukan migrasi ke luar Afrika diperkirakan berlangsung antara 50.000-70.000 tahun lalu dengan tujuan menuju ke Asia Barat melalui jalur yang mengarah ke Lembah Sungai Nil dan melintasi Semenanjung Sinai lalu ke Utara melewati Arab Levant dan yang kedua melewati jalur Laut Merah.