Sejarah Kota Mekkah, Kota Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Mekkah berada pada ketinggian 300 meter dari permukaan laut. Kota ini dikenal sebagai kota dagang dan menjadi jalur perdagangan utama, antara Yaman hingga Damaskus. Kota kecil ini pernah dihuni oleh anak dan cucu Nabi Adam sampai bencana besar yang melanda kaum Nabi Nuh.
Setelah itu, Mekkah berubah menjadi daerah yang tandus. Sejarah panjang kota Mekkah tidak terlepas dari sosok Nabi Ibrahim. Pada suatu ketika, Nabi Ibrahim membawa istri, Siti Hajar, dan putranya yang masih bayi, Ismail datang ke kota Mekkah dari Palestina.
Hal itu dilakukan Nabi Ibrahim atas perintah Allah SWT. Kemudian, Nabi Ibrahim meninggalkan istri dan anaknya di Mekkah yang saat itu kondisinya tandus dan tanpa kehadiran manusia. Sebagai perbekalan, ia memberikan kurma dan gentong berisi air.
Karena kehausan dan harus terus menyusui sang anak yang lapar, Siti Hajar mencoba mencari bantuan dengan harapan melihat seseorang. Ia pergi ke bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali bolak-balik, berharap menemukan pertolongan dan air.
Setelahnya, Siti Hajar mendengar suara dan melihat malaikat menggali tanah dengan tumitnya hingga muncul air. Sumber mata air yang dikenal dengan air Zamzam itu bahkan masih bisa dilihat dan dinikmati hingga kini.