Sejarah Hari Kostrad yang Digagas Jenderal AH Nasution dan Bedanya dengan Kopassus
Usai operasi Irian Barat selesai, dilakukan kembali operasi lanjutan sebagai langkah konsolidasi. Nama KORRA I Caduad resmi berganti nama menjadi Kostrad, sesuai dengan Surat Keputusan KSAD No. KPTS 178/2/1963 tertanggal 19 Februari 1963.
Masih menurut informasi yang ada di laman resmi Kostrad, saat ini Kostrad mempunyai 3 divisi infanteri, yakni staf ahli Pangkostrad, staf umum, dan inspektorat Kostrad.
Fungsi utama Kostrad berupa OMP (Operasi Militer untuk Perang) dan OMSP (Operasi Militer Selain Perang). OMP Kostrad tercatat memiliki 3 operasi, seperti operasi gabungan, operasi matra darat, dan operasi bantuan. Untuk OMSP, operasi yang dilakukan bisa bersifat tempur maupun bukan tempur.
Bukan hanya turun di medan perang, prajurit Kostrad juga mampu terlibat aktif dalam operasi dampak bencana alam hingga operasi dalam melakukan pertolongan serta pencarian. Dalam fungsi organik TNI AD, Kostrad menjalankan intelijen, operasi, perencanaan, pengawasan dan pemeriksaan.
Banyak masyarakat yang sampai saat ini menganggap bahwa Kostrad sama dengan Kopassus (Komando Pasukan Khusus). Meskipun sama-sama dimiliki oleh TNI AD, namun Kostrad dan Kopassus jelas berbeda dari berbagai sisi.