Sejarah Angpao Lebaran, dari Mana Asalnya? Ini Kata Dosen Unair
"Pemberian ini sebenarnya adopsi dari kebudayaan Islam dan Tionghoa. Hasil akulturasi ini yang berkembang sampai saat ini," tuturnya.
Lebih lanjut, Moordiati memaparkan bahwa pemberian angpao Lebaran dari orang tua kepada anak di zaman dulu dilakukan sebagai hadiah karena telah menjalankan ibadah puasa satu bulan lamanya. Namun, seiring berjalannya waktu dianggap sebagai hadiah yang kini menjadi keharusan.
Bahkan, kata Moordiati pemberian angpao Lebaran menjadi gambaran status sosial seseorang. Semakin tinggi status sosialnya, maka semakin tinggi juga nominal uang yang diberikan.
“Sekarang sudah ada kategorinya, bisa dikatakan status sosial semakin tinggi tidak memberi Rp5.000 tapi Rp50.000 misalnya,” kata dia.
Sementara itu, ada dampak yang terjadi akibat pemberian angpao Lebaran kepada masyarakat. Positifnya adalah meningkatkan semangat untuk bersilaturahmi.
Namun, negatifnya adalah niat silaturahmi jadi tidak murni dan tidak mendidik bagi generasi mendatang. Akibatnya, generasi selanjutnya menjadi mental seorang peminta.
"Ini menarik karena dapat menjadikan mentalitas seseorang sebagai peminta. Jadi ke rumah sanak saudara meminta untuk diberi uang. Meskipun saat pemberian ada aturannya harus baris-berbaris atau lainnya," ujar dia.
Editor: Puti Aini Yasmin