Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Bawang dan Cabai Kompak Naik di Pekan Pertama Ramadan
Advertisement . Scroll to see content

Sederet Strategi Pemerintah untuk Kendalikan Harga Pangan selama Ramadan 2026

Rabu, 04 Maret 2026 - 14:16:00 WIB
Sederet Strategi Pemerintah untuk Kendalikan Harga Pangan selama Ramadan 2026
Bapanas melakukan intervensi secara masif sejak awal Februari guna memastikan masyarakat menjalani ibadah puasa tanpa dihantui lonjakan harga kebutuhan pokok. (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

Untuk komoditas beras, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus digulirkan. Hingga akhir Februari 2026, penyaluran SPHP beras tahun 2025 oleh Perum Bulog telah mencapai 1,025 juta ton, dengan realisasi Februari saja sebesar 136 ribu ton. 

Pada 2026, program SPHP beras kembali dilanjutkan dengan target 828.000 ton. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan SPHP jagung pakan sebesar 242.000 ton guna menjaga stabilitas harga di sektor perunggasan, yang turut memengaruhi harga daging ayam dan telur di pasaran.

Menjelang Idulfitri 2026, pemerintah memperkuat stimulus perlindungan daya beli melalui penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat. 

Dari sisi pengawasan, rantai pasok pangan turut diperketat. Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Pangan telah melakukan pemantauan di 28.270 titik di seluruh Indonesia, mencakup produsen, agen, distributor, grosir, hingga ritel.

Berbagai langkah tersebut berkontribusi pada terkendalinya inflasi selama Ramadan tahun ini. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Ramadan 2026 tercatat sebesar 0,68 persen secara bulanan (month-to-month), lebih rendah dibandingkan periode Ramadan 2022 dan 2025.

Sementara itu, komponen volatile food pada Februari 2026 tercatat 2,50 persen (m-to-m), dengan andil 0,41 persen terhadap inflasi umum bulanan. Secara tahunan, inflasi pangan berada di level 4,64 persen, masih dalam rentang sasaran pemerintah sebesar 3 hingga 5 persen.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut