Satu Tahun MBG: dari Intervensi Gizi ke Perubahan Perilaku Hidup Sehat
Persoalan berikutnya terletak pada kualitas dan komposisi menu. Sejumlah evaluasi menunjukkan masih ditemukannya makanan ultra-proses dalam paket MBG. Dari sisi kepraktisan, makanan jenis ini memang efisien.
Namun, secara gizi, ia tidak sejalan dengan Pedoman Gizi Seimbang yang menekankan keberagaman pangan, konsumsi buah dan sayur, serta protein berkualitas. Bagi anak-anak, paparan rutin terhadap makanan ultra-proses bukan hanya soal asupan hari ini, tetapi juga pembentukan preferensi dan kebiasaan makan jangka panjang yang kelak memengaruhi risiko penyakit tidak menular di usia dewasa.
Dalam diskursus stunting, MBG juga perlu ditempatkan secara proporsional. Bukti ilmiah secara konsisten menunjukkan bahwa stunting terutama ditentukan pada periode 1.000 hari pertama kehidupan, sejak prakonsepsi hingga anak berusia dua tahun.
Konsensus global menempatkan fase awal kehidupan sebagai periode paling menentukan dalam pencegahan gangguan tumbuh kembang. Intervensi di usia sekolah tetap bermanfaat bagi kesehatan dan konsentrasi belajar, tetapi memiliki dampak terbatas terhadap penurunan stunting. Karena itu, MBG seharusnya diposisikan sebagai bagian dari ekosistem kebijakan gizi yang terintegrasi, bukan sebagai satu-satunya instrumen utama.
Pemerataan Kemampuan Hidup Sehat
Dalam kerangka keadilan sosial, kebijakan gizi publik seperti MBG perlu dipahami bukan sekadar sebagai program bantuan, melainkan sebagai instrumen pemerataan kemampuan hidup sehat. Soedjatmoko, dalam Etika Pembebasan, mengingatkan bahwa pembangunan yang adil diukur dari sejauh mana kebijakan publik memperluas kapasitas manusia untuk hidup bermartabat.