Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Aksi Solidaritas Kematian Affan Berujung Ricuh, Massa Jebol Gerbang Polres Salatiga
Advertisement . Scroll to see content

Sarankan Sahroni, Nafa, Eko Patrio dan Uya Kuya Mundur dari DPR, Hendri Satrio: Atau Situasi Makin Parah

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 21:12:00 WIB
Sarankan Sahroni, Nafa, Eko Patrio dan Uya Kuya Mundur dari DPR, Hendri Satrio: Atau Situasi Makin Parah
Mahasiswa dan driver ojek online (ojol) menggelar demonstrasi di depan Mabes Polri, Jumat (29/8/2025). (Foto: Isra Triansyah).
Advertisement . Scroll to see content

Hensa menganalisis, rentetan aksi dan kericuhan yang terjadi belakangan ini merupakan puncak dari kegagalan komunikasi publik para pejabat. Menurutnya, publik membutuhkan komunikasi yang baik dan mudah dicerna dari pemerintah dan para wakilnya. Aksi-aksi ini, sebagian besar, diawali oleh komunikasi publik yang dianggap tidak bisa dimengerti oleh masyarakat luas.

"Akibatnya jelas, tingkat kepercayaan atau trust kepada pemerintah dan institusi legislatif terlihat menurun. Ini adalah alarm serius," tegasnya.

Hensa juga mengingatkan kepada pejabat dan wakil rakyat lainnya agar selalu berhati-hati dalam menyampaikan pesan politik. Menurutnya, kericuhan yang hingga kini masih berlangsung di Jakarta bukti nyata dari komunikasi publik yang bermasalah dari pejabat publik seperti Sahroni, Nafa Urbach, Eko Patrio, dan Uya Kuya.

"Aksi masyarakat yang terjadi belakangan ini menjadi pengingat agar kelak pejabat dan wakil rakyat lebih berhati-hati dalam menyampaikan pesan politik," ujar Hensa.

Dia menambahkan, pernyataan yang tidak sensitif dan memicu kontroversi merupakan sebuah kesalahan fatal yang tidak boleh terulang. Hal ini menjadi pelajaran bagi pejabat dan wakil rakyat lainnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut