JAKARTA, iNews.id- Nilai tukar Rupiah diproyeksikan masih berada dalam tekanan berat dan rawan terperosok lebih dalam hingga menembus level psikologis baru dalam beberapa hari ke depan. Hal ini imbas dari gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia menjadi faktor utama yang menggerus kekuatan mata uang Garuda.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mencermati bahwa fluktuasi negatif ini sudah mulai terlihat mengoreksi posisi Rupiah sejak perdagangan siang ini. Meski pasar domestik akan menghadapi hari libur nasional, aktivitas transaksi di pasar global yang tetap berjalan diperkirakan akan langsung menguji ketahanan kurs dalam jangka pendek.
Trump: 13 Tentara AS Tewas demi Pastikan Iran Tak Akan Pernah Memiliki Bom Nuklir
“Kalau saya lihat Timur Tengah kembali bergolak dan minyak naik membuat rupiah melemah siang ini, besok walaupun libur pasar tetap buka dan ketahanan rupiah pasti jebol di 17.850 (per dolar AS), dan Jumat kemungkinan sesuai prediksi di 18.000 (per dolar AS),” kata Ibrahim dalam analisisnya, Selasa (26/5/2026).
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 12.05 WIB, nilai tukar Rupiah di pasar spot memang terpantau bergerak loyo dengan pelemahan sebesar 0,29 persen ke level Rp17.795 per dolar AS.
Masih Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.744 per Dolar AS
Rapor merah pada siang hari ini sekaligus melanjutkan tren rontoknya mata uang domestik dari sesi pembukaan perdagangan.
Pemerintah bakal Bebaskan PPh Bunga DHE SDA untuk Perkuat Nilai Tukar Rupiah
Mengutip data perdagangan Bloomberg, mata uang Garuda di pasar spot awalnya dibuka di level Rp17.767 per Dolar AS pada pukul 19.15 WIB, Selasa (26/5/2026), atau mencatatkan penurunan sebesar 0,13 persen secara harian terhadap sang dominan Dolar AS.
Pelemahan beruntun ini memperpanjang catatan kelam performa mata uang Indonesia sejak awal pekan. Pada sesi penutupan perdagangan Senin (25/5/2026) kemarin, Rupiah di pasar spot juga sudah ditutup tidak bertenaga setelah melemah 0,15 persen secara harian ke posisi Rp17.744 per Dolar AS.
Airlangga Ungkap Perbedaan Pelemahan Rupiah Sekarang dan Era Krisis 98, Apa Itu?
Kondisi yang sama juga tecermin dari data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), di mana posisi Rupiah dipatok merosot 0,14 persen secara harian ke angka Rp17.743.
Dengan rentetan hasil tersebut, nilai tukar mata uang Rupiah kembali mengukir rekor performa terburuknya sepanjang sejarah penataan moneter nasional.
Editor: Aditya Pratama