Rocky Gerung Dukung Korlantas Bekukan Sirene Tot Tot Wuk Wuk: Berani Evaluasi Diri
“Mereka yang memanfaatkan fasilitas itu membuat publik terganggu. Setiap hari orang jadi stres di jalan hanya karena tetot-tetot,” ucapnya.
Dia mengajak seluruh pihak untuk menghargai ruang publik dengan cara yang lebih beradab. Jalan raya, katanya, bukan arena pamer kekuasaan, melainkan ruang peradaban.
“Sirene mestinya bunyi merdu, bukan menakutkan. Saya setuju bahwa tetot-tetot dihentikan mulai hari ini. Selanjutnya kita ingin mendengar nyanyian masyarakat sipil bahwa jalan raya artinya jalan peradaban,” tutup Rocky.
Sebelumnya, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho membekukan penggunaan sirene dan strobo. Hal itu menyusul ramai gerakan 'Stop Tot Tot Wuk Wuk'.
Agus bahkan mengaku telah menghentikan penggunaan sirene dan strobo pada kendaraan yang mengawalnya, khususnya saat lalu lintas (lalin) padat.