RI Penyumbang Sampah Plastik Ketiga Dunia, Ketua DPR: Sinyal yang Sangat Mengkhawatirkan
JAKARTA, iNews.id - Indonesia mendapatkan predikat sebagai negara penyumbang sampah plastik ketiga terbanyak di dunia berdasarkan hasil studi dari University of Leeds, Inggris. Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah melakukan langkah konkrit dalam mengatasi permasalahan sampah plastik dan mengajak generasi muda untuk berpartisipasi aktif pada gerakan menjaga lingkungan.
"Ini adalah sinyal yang sangat mengkhawatirkan dan mendesak, sehingga harus dilihat sebagai krisis nasional. Pemerintah harus punya sikap tegas dalam komitmennya menyelesaikan permasalahan sampah plastik ini," ujar Puan, Jumat (13/9/2024).
Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature, terhitung 52 juta ton produk plastik mencemari lingkungan pada 2020, yang jika dideretkan dalam satu garis, akan membentang mengelilingi dunia lebih dari 1.500 kali. Data global pada 2020 dalam studi tersebut, Indonesia diketahui menghasilkan 3,4 juta ton sampah plastik, dan yang pertama adalah negara India dengan 9,3 juta ton kemudian disusul oleh Nigeria dengan 3,5 juta ton.
Penelitian yang menunjukan angka sampah di Indonesia sangat besar juga dihasilkan dari penelitian Pusat Riset Oseanografi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menemukan bahwa Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik ke-2 terbesar di dunia.
8 Juta Ton Sampah Dibuang ke Laut Setiap Tahun, BRIN Kembangkan Teknologi untuk Daur Ulang
Puan menilai predikat Indonesia sebagai salah satu negara penghasil sampah plastik terbanyak bukan sekadar menunjukkan statistik, melainkan peringatan serius terhadap kegagalan sistem pengelolaan sampah di Indonesia.
“Dibutuhkan komitmen bersama dari seluruh elemen bangsa agar Indonesia dapat mengurangi sampah plastik yang akan berkontribusi terhadap suksesnya kebijakan ekonomi hijau dan melindungi ekosistem laut,” tutur dia.
Secara khusus, Puan mengajak generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam melakukan kampanye pengurangan penggunaan plastik.
“Maka saya berharap, generasi muda dapat menjadi motor penggerak di Indonesia dengan mengkampanyekan pentingnya menjaga lingkungan, termasuk dalam hal mengurangi penggunaan plastik,” katanya.
Dengan akses dan lingkungan generasi muda yang lebih luas, Puan mengatakan kampanye bersih-bersih plastik di Indonesia dapat semakin efektif. Generasi muda diharapkan dapat mengajak semua lini dengan memberi contoh hidup ‘go green’ dan mengurangi penggunaan plastik.
“Generasi muda punya peranan penting pada isu-isu lingkungan mengingat saat ini anak muda Indonesia punya pemahaman dan tingkat literasi yang relatif maju. Dengan menunjukkan gaya hidup ‘hijau’, generasi muda juga berkontribusi terhadap keberlangsungan masa depan bangsa,” kata Puan.
Oleh karenanya, dia meminta pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pengolahan sampah, mulai dari sistem pengumpulan hingga fasilitas daur ulang yang modern dan berstandar internasional. Puan menambahkan, fasilitas pengelolaan sampah yang mendukung pengurangan sampah plastik harus dibangun merata hingga ke seluruh daerah.
"Jika tidak, upaya pengelolaan sampah plastik hanya akan terbatas pada wilayah perkotaan dan tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan limbah secara nasional," katanya.
Editor: Faieq Hidayat