Respons Kemlu soal Donald Trump Mau Relokasi Warga Gaza ke Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) merespons rencana pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merelokasi sebagian warga Gaza ke Indonesia. Kemlu menyatakan belum menerima informasi terkait rencana itu.
“Pemerintah Republik Indonesia tidak pernah mendapatkan informasi apa pun mengenai hal ini," kata juru bicara Kemlu Rolliansyah Soemirat melalui pesan singkat, Senin (20/1/2024).
Jika disetujui, rencana tersebut akan direalisasikan begitu rekonstruksi Jalur Gaza dimulai.
Steve Witkoff, yang menjabat sebagai utusan khusus Donald Trump untuk wilayah Timur Tengah, menyatakan rencana ini merupakan bagian dari usaha pemerintahan Trump untuk memastikan keberlanjutan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Syahdunya Suasana Malam Pertama di Gaza Pasca-Gencatan Senjata: Tenang, Tak Ada Suara Rudal
Rekonstruksi Gaza dijadwalkan dimulai pada fase ketiga dari kesepakatan gencatan senjata, yang menunjukkan masih akan ada pembicaraan lebih lanjut terkait hal ini.
Witkoff juga mempertimbangkan mengunjungi Jalur Gaza secara langsung untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi di lapangan, bukan hanya mendengarkan informasi dari pihak lain.
Haru! Luapan Kegembiraan Warga Gaza setelah Gencatan Senjata: Saya seperti Hidup Kembali
Gencatan Senjata di Gaza Dimulai, Ribuan Pengungsi Palestina Kembali ke Rumah
"Anda harus melihatnya, Anda harus merasakannya," ungkap Witkoff dalam wawancara dengan NBC yang disiarkan pada Minggu (19/1/2025).
Dia menambahkan, hadir di Gaza untuk mengamati situasi secara langsung sangat penting dalam upaya mencari solusi yang tepat dan mencegah terjadinya konflik serupa di masa depan.
Gencatan Senjata di Gaza Berlaku usai Hamas Rilis Nama 3 Sandera Israel
"Anda harus berada di atasnya, siap untuk memadamkan masalah jika itu terjadi," tambahnya.
Editor: Rizky Agustian