Rekomendasi Buku Tulisan Soekarno, Ada Favorit Ganjar Pranowo
Sejak masa mudanya, Presiden pertama Republik Indonesia, Ir.Soekarno, telah terlibat aktif dalam berbagai gerakan nasional.
Ribuan Anak Muda Se-Cirebon Berlaga di Turnamen Futsal Piala Ganjar Pranowo
Selain itu, Bapak Proklamator Republik Indonesia ini juga berkontribusi aktif dengan menulis di berbagai media yang mendukung perjuangan kemerdekaan. Di bawah ini, terdapat daftar lima rekomendasi buku yang ditulis oleh Soekarno
Buku ini adalah kumpulan karangan yang berasal dari berbagai tulisan Soekarno ketika muda dan aktif dalam dunia perpolitikan nasional pada masa pra-kemerdekaan. Buku Di Bawah Bendera Revolusi Jilid I atau yang dikenal dengan DBR Jilid I akan diajak memahami bagaimana Soekarno melakukan propaganda menuju kemerdekaan.
Ketika lantang menentang penjajahan Belanda, masuk dan keluar penjara sudah menjadi rutinitas Soekarno.
Indonesia Menggugat ditulis oleh Presiden Soekarno ketika menjalani persidangan atas tuduhannya terhadap menyebarkan rasa benci terhadap pemerintah kolonial Belanda
Buku tersebut merupakan karya monumental tentang tulisan dari Soekarno yang dihimpun menjadi dua jiid buku. Buku ini mencerminkan pemikiran Soekarno mengenai tiga konsep gerakan pada masa Pra-Kemerdekaan, yaitu Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme.
Diketahui, buku “Di Bawah Bendera Revolusi” merupakan buku favorit dari calon presiden Ganjar Pranowo, yang menurut Ganjar seluruh masyarakat Indonesia perlu membaca buku tersebut.
Cerita Sarinah menceritakan tentang pengasuh Soekarno ketika kecil. Kebaikan dari Sarinah dan ketulusan hatinya diabadikan oleh Soekarno sebagai judul buku karyanya membahas khusus terkait perempuan.
Buku tersebut membedah pemikiran Soekarno, mulai dari kodrat perempuan hingga peran perempuan ketika memperjuangkan pergerakan Republik Indonesia
Momen yang paling bersejarah terjadi ketika Soekarno mengemukakan ide-ide pentingnya dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 1 Juni 1945.
Dalam sidang tersebut, Soekarno membahas permintaan dari ketua BPUPKI, Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat, mengenai landasan negara Indonesia.
Soekarno mengusulkan bahwa Pancasila seharusnya menjadi dasar negara atau Philosofische Grondslag pendirian Indonesia merdeka.
Editor: Johnny Johan Sompotan