Razia BNN di 8 Tempat Hiburan Malam Semarang, 5 Pengunjung Positif Narkoba
Dia menegaskan, pendekatan razia dilakukan secara restoratif dan edukatif.
“Kami tidak hadir untuk menghakimi, melainkan mencegah. Mereka yang positif kita arahkan ke rehabilitasi, bukan langsung dihukum,” katanya.
Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Jateng Kombes Pol Henry Julius Pardomuan mengatakan, razia dilakukan dengan metode terpadu, yakni screening mata dan gigi serta tes urine langsung di lokasi.
“Kami tidak akan berhenti. Razia ini akan dilakukan berkala di wilayah lain. THM dan pelakunya harus jadi bagian dari solusi, bukan masalah,” ucapnya.
Langkah BNNP Jateng mendapat dukungan dari pelaku usaha hiburan. Salah satunya Fajar Aditama, pengelola kawasan hiburan di Kota Lama Semarang.
“Kami pun ingin tempat kami bersih dari narkoba. Kami siap mendukung edukasi atau pelatihan dari BNN. Karena makin tahu, makin mudah pencegahannya,” katanya.
BNNP Jateng menegaskan komitmen mereka tak hanya pada razia, tapi juga memperluas pendekatan edukatif, kolaboratif, dan rehabilitatif ke berbagai sektor sosial berisiko. Semua pihak diajak turut serta dalam menciptakan Jawa Tengah Bersinar (Bersih Narkoba).
Editor: Donald Karouw