Pusat Operasi Darurat Bandara Kualanamu Diaktifkan usai Pesawat Haji Diteror Bom
Aktivasi EOC mencakup koordinasi lintas instansi, termasuk TNI AU, Polri, tim jihandak dan tim medis bandara. Seluruh prosedur evakuasi, isolasi area pesawat, hingga pemeriksaan barang bawaan dilaksanakan sesuai standar penanganan ancaman keamanan penerbangan.
Kondisi ini membuktikan kesiapsiagaan Bandara Kualanamu dalam menghadapi situasi darurat. Meski sempat diterpa ancaman, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan dan kenyamanan penumpang. Aktivasi EOC menjadi langkah standar untuk memastikan semua risiko terkendali,” katanya.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi menjelaskan jika teror bom pertama kali diterima oleh pilot Saudi Airlines.
"Sekitar pukul 08.55 WIB diperoleh informasi dari Airnav Kualanamu bahwa pilot pesawat Saudia mendapatkan ancaman bom," ujar Kristomei saat dikonfirmasi, Sabtu (21/6/2025).