Purbaya Ungkap Proyek Whoosh hingga LRT Minim Pengawasan, Bikin Biaya Membengkak
Belajar dari pengalaman tersebut, Purbaya menegaskan proyek-proyek besar di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus mengedepankan eksekusi yang disiplin, cepat dan terukur.
Menurutnya, koordinasi yang solid mulai dari pemerintah pusat hingga daerah serta pemantauan berbasis real-time sangat krusial agar pelaksana di lapangan tidak kehilangan arah. Hal ini sekaligus menjadi jaminan agar minat investor tetap terjaga di Indonesia.
"Kalau tidak (dikawal), kita akan mengalami cost overrun delay yang akhirnya meningkatkan biaya investasi dan investor jadi kapok," ujarnya.
Sejak digarap 2016, proyek Whoosh disebut mengalami pembengkakan biaya atau cost overrun sebesar 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp18,02 triliun. Hasil audit yang dilakukan Indonesia dan China membukukan total biaya pembangunan Whoosh tembus menjadi 7,27 miliar dolar AS atau sekitar Rp118,21 triliun.
Dari jumlah pinjaman tersebut, sebesar 75 persennya dibiayai melalui pinjaman dari China Development Bank (CDB), dengan bunga sebesar 2 persen per tahun. Utang pembangunan Whoosh dicairkan dengan skema bunga tetap selama 40 tahun di awal.
Editor: Reza Fajri