Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Kata Purbaya soal Isu Misbakhun dan Suahasil Daftar Seleksi Bos OJK
Advertisement . Scroll to see content

Purbaya soal Utang RI Rp9.637 Triliun: Pilih Mana, Balik ke 1998 atau Ekonomi Selamat?

Minggu, 15 Februari 2026 - 08:54:00 WIB
Purbaya soal Utang RI Rp9.637 Triliun: Pilih Mana, Balik ke 1998 atau Ekonomi Selamat?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Anggie Ariesta)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merepons posisi utang pemerintah yang mencapai Rp9.637,9 triliun per 31 Desember 2025. Angka ini naik Rp229,26 triliun dibanding September 2025 yang sebesar Rp9.408,64 triliun atau setara 40,46 persen Produk Domestik Bruto (PDB).

Purbaya menjelaskan kenaikan rasio utang tersebut merupakan konsekuensi dari tekanan pelambatan ekonomi yang melanda sepanjang 2025. Dia menekankan angka tersebut masih dalam batas aman karena di bawah ambang batas 60 persen PDB sesuai amanat UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negara.

"Ini kan kemarin terpaksa karena ada pelambatan signifikan. Pilihannya yang mana? Ke kondisi seperti 1998 atau meningkatkan utang sedikit, tetapi ekonomi kita selamat habis itu kita tata ulang semuanya?" ujar Purbaya di Jakarta Selatan, dikutip Minggu (15/2/2026).

Purbaya menegaskan penambahan utang adalah langkah sadar pemerintah untuk mencegah Indonesia jatuh ke dalam krisis ekonomi yang lebih parah.

Struktur utang pemerintah tersebut terbagi ke dalam dua kategori utama. Pertama, Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp8.387,23 triliun atau 87,02 persen dan pinjaman sebesar Rp1.250,67 triliun atau 12,98 persen.

Meskipun terjadi peningkatan volume utang, Dia meyakini langkah ini menjadi bantalan agar stabilitas nasional tetap terjaga. Penambahan utang dinilai lebih baik daripada membiarkan ekonomi kontraksi tanpa arah yang justru dapat membahayakan kesejahteraan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut