Purbaya Respons Fitch Ratings: Mereka Kira Menkeu Nggak Bisa Ngitung
Langkah ini diambil untuk menangkis penilaian Fitch yang menyoroti adanya ketidakpastian kebijakan dan potensi pelonggaran fiskal yang terlalu agresif demi mengejar ambisi pertumbuhan ekonomi tinggi di era pemerintahan baru.
Menkeu menekankan, Indonesia sebenarnya memiliki rekam jejak yang luar biasa dalam mengendalikan gejolak ekonomi sepanjang tahun 2025 tanpa melanggar batas aman fiskal. Dia pun optimistis pertumbuhan ekonomi ke depan akan lebih akseleratif.
"Kalau hitungan kita, sepertinya kita tumbuh 5,5 sampai 6 persen. Mudah-mudahan lebih cepat dari 5,5. Signifikannya ada 5,5. Itu secara otomatis akan palingnya membuat impresi awal bahwa di sini pertumbuhannya berkesinambungan," kata Purbaya.
Menkeu juga menjawab kekhawatiran Fitch mengenai melemahnya pendapatan negara. Meskipun belanja negara melonjak 41,9 persen menjadi Rp493,8 triliun demi membiayai program prioritas, penerimaan pajak tetap menunjukkan performa kuat dengan pertumbuhan 30,4 persen hingga Februari 2026.
Hingga saat ini, defisit APBN masih terjaga di level 0,53 persen terhadap PDB, jauh di bawah batas aman undang-undang sebesar 3 persen. Untuk memperkuat sisi pendapatan, Purbaya pun melakukan langkah tegas dengan melakukan perombakan personel di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai.
Editor: Reza Fajri