Purbaya Pede Rupiah Kembali Menguat 2-3 Bulan ke Depan
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis rupiah akan kembali menguat. Namun perbaikan baru akan terjadi dalam 2-3 bulan ke depan.
Ia mengatakan penguatan tersebut berdasar pada wacana berakhirnya perang antara Amerika Serikat dan Iran.
“Berita mengatakan bahwa AS dan Iran serta Israel hampir mencapai kesepakatan. Jadi, prospek perdamaian, kondisi global yang lebih baik. Saya percaya dalam dua atau tiga bulan ke depan akan jauh lebih baik daripada sekarang, artinya gangguan yang sampai batas tertentu melemahkan rupiah juga akan hilang," ucap Purbaya dikutip Senin (1/6/2026).
Eks Ketua DK LPS ini mengatakan pelemahan rupiah yang belakang terjadi saat ini belum memberikan dampak terhadap perlambatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia yakin kebijakan pemerintah saat ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi domestik, sehingga akan menciptakan pertumbuhan di jangka menengah hingga panjang.
"Jadi, prospek ekonomi kita kuat, dan pelemahan rupiah belum menimbulkan dampak yang menghambat aktivitas ekonomi kita," ungkap dia.
Saat ini, Purbaya mengaku pemerintah sudah memiliki perhitungan terkait pelemahan nilai tukar yang belakangan terjadi. Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2026 dinilai telah didesain untuk mengantisipasi pelemahan nilai tukar.
"Secara teori, ketika Anda memiliki ekonomi yang kuat, mata uang Anda pada akhirnya juga akan menguat, bukan? Saat ini saya fokus memastikan bahwa ekonomi domestik akan terus tumbuh kuat dalam jangka menengah, jangka pendek, maupun jangka panjang," kata Purbaya.
"Dan dalam jangka pendek, kami mencoba mendukung bank sentral dengan juga melakukan intervensi di pasar obligasi untuk memastikan bahwa imbal hasil tidak meningkat terlalu signifikan," pungkasnya.
Editor: Puti Aini Yasmin