Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Panggil Gubernur BI hingga Menkeu Purbaya ke Istana, Bahas Apa?
Advertisement . Scroll to see content

Purbaya Pastikan Belum Rombak APBN usai Harga Minyak Naik: Kita Masih Aman, Masih Kuat

Selasa, 10 Maret 2026 - 18:15:00 WIB
Purbaya Pastikan Belum Rombak APBN usai Harga Minyak Naik: Kita Masih Aman, Masih Kuat
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan belum akan mengubah APBN imbas kenaikan harga minyak dunia. (Foto: iNews.id/Binti)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan belum akan mengubah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah fluktuasi harga minyak dunia. Ia optimistis fundamental ekonomi Indonesia masih aman dan kuat.

"Kita masih aman, masih kuat. Ini kan baru beberapa hari naiknya. Kita kan subsidinya setahun penuh. Rata-rata setahun 70 asumsi kita. Ini kan baru beberapa hari saja," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3/2026). 

"Jadi belum cukup untuk mengubah anggaran kita. Jadi kita masih bisa absorb," sambung dia. 

Purbaya menekankan, pengubahan alokasi anggaran dalam APBN tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Dia mengatakan perlu ada analisis khusus untuk menentukannya, termasuk berapa lama harga minyak diprediksi akan bergerak naik dan turun. 

Terlebih, harga minyak kini kembali menurun dengan cepat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perang tidak akan berlangsung lama. 

"Jadi kita lihat pastikan, betul nggak naik, betul nggak turun. Begitu beberapa hari, beberapa minggu naik. Ya sudah kita bisa antipasti naik terus. Ini kan nggak, naik, tiba-tiba turun lagi," ujarnya. 

Purbaya tidak ingin, pengubahan anggaran dilakukan terburu-buru tanpa analisis yang tepat. Hal ini akan membuat pemerintah perlu mengubah anggaran kembali, ketika kondisi berubah normal.

"Nanti kalau harga minyak turun, kita ubah lagi. Repot kan. Jadi menetapkan respons APBN itu lebih hati-hati dibanding dengan merespons gerakan saham. Jadi (kalau saham), volume-nya, range-nya, horizon-nya pendek sekali. Jadi nggak seperti itu kita manage anggaran," kata Purbaya.

"Nggak bisa, sekarang ini bisa berubah lagi, sekarang ini bisa berubah lagi. Capek lah gue, kerjanya mengubah-ubah anggaran terus. Jadi kita pastikan seperti apa gerakannya. Setelah pasti, baru kita ajak semuanya," pungkasnya. 

Diketahui, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah memberikan tekanan pada harga minyak dunia dan kenaikan nilai tukar mata uang terhadap dolar AS. 

Gejolak tersebut sempat mendorong harga minyak dunia menembus di atas 100 dolar AS per barel sejak Minggu (8/3/2026). Selain itu, pada awal perdagangan Senin (9/3/2026), nilai tukar rupiah menembus level Rp 17.000 per dolar AS.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut