Pulang dari Arab Saudi, Komisi VIII DPR Sebut Persiapan Ibadah Haji Belum 100 Persen
JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Abdul Wachid menilai, persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 belum maksimal. Hal ini dilandasi setelah dirinya memeriksa persiapan penyelenggara ibadah haji di Arab Saudi.
"Kebetulan saya baru mendarat dari Arab Saudi tadi, setelah melaksanakan lima hari kegiatan di sana untuk monitor persiapan haji tahun 2026," kata Wachid saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wachid mengaku telah mengecek sejumlah fasilitas seperti pemondokan, katering, transportasi di Armuzna.
"Nah, persiapan ini memang kami lihat di situasi sana belum maksimal 100 persen ya," ucapnya.
Jangan Tergiur! Haji Ilegal Bisa Berujung Deportasi dan Dilarang Masuk Saudi 10 Tahun
Menurutnya, masih ada pembenahan pelayanan baik tenda di Arafah dan Mina. Wachid meminta pada syarikah agar bisa menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji. Apalagi, Pemerintah Saudi tengah mengetatkan masuk jemaah.
Jelang Haji 2026, Kemenhaj Perketat Pengawasan di Bandara
"Pemerintah Saudi yang di sana yang menyiapkan Armuzna itu, terkait dengan persiapan ini segera, karena di situasi di Saudi sekarang ini lagi ketat-ketatnya menyangkut masalah non-jemaah yang harus keluar ya dari Arab Saudi per tanggal 18 April ini, itu harus sudah keluar. Karena jemaah tanggal 21 itu sudah mulai masuk, 21 April," ujarnya.
"Ini ketat-ketatnya, sehingga di sana banyak razia, dan diharapkan untuk persiapan ini benar-benar Syarikah menyiapkan tenaga untuk membangun Arafah, Mina, Muzdalifah. Itu yang sangat penting," tuturnya.
Meski begitu, Wachid mengaku pihaknya akan memanggil Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah untuk membahas persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 pada Rabu (8/4/2026).
"Kami akan rapat bersama Menteri Haji dan Wakil Menteri Haji terkait dengan persiapan-persiapan dan terkait dengan kekurangan-kekurangan yang segera, ini yang kami sampaikan itu sebagai lembaga pengawasan," ucapnya.
Editor: Aditya Pratama