Puan Maharani Bertemu Ketua Parlemen Serbia, Tegaskan RI Dukung Gencatan Senjata di Gaza
Ana Brnabic juga berterima kasih atas dukungan Indonesia untuk perdamaian di kawasan Balkan. Parlemen Serbia berharap bisa menjadi delegasi atau negara peninjau dalam ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) atau sidang/pertemuan parlemen negara-negara ASEAN.
Setelah pertemuan bilateral, Puan beserta Delegasi DPR diajak berkeliling ke Gedung Parlemen Serbia. Dari Gedung Parlemen, Puan berlanjut berkeliling Istana Serbia yang pernah dikunjungi Presiden Sukarno pada tahun 1961 saat Serbia masih menjadi bagian dari Yugoslavia.
Puan pun diperlihatkan surat korespendensi yang dituliskan Presiden pertama RI Sukarno dengan Presiden Republik Federal Sosialis Yugoslavia Josip Broz Tito. Surat-surat tersebut merupakan tulisan tangan kedua presiden yang saling bersahabat itu.
Selain saling bertanya kabar, surat-surat itu berisi diskusi kedua pemimpin negara tentang berbagai hal. Berdasarkan informasi, terdapat 1.200 surat Sukarno ke Tito yang memuat banyak komunikasi pribadi dan tema kenegaraan.
Indonesia dan Serbia (sebelumnya Yugoslavia) diketahui merupakan 2 dari 5 negara pendiri Gerakan Non Blok (GNB) yang diawali melalui Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung pada tahun 1955. Puan menceritakan, Sukarno telah berkunjung ke Belgrade sebanyak 6 kali dan selalu mendapat sambutan meriah.