Profil Mbok Yem Gunung Lawu, Pemilik Warung Tertinggi di RI yang Meninggal
Tak hanya nasi pecel, menu andalan warung Mbok Yem yakni soto. Namun, menu-menu ini tidak hanya ada di waktu-waktu tertentu seperti bulan Suro.
Mbok Yem semula dikenal sebagai penjual jamu. Dia kerap mencari bahan-bahan jamu bersama suaminya di sekitar Gunung Lawu.
Namun, sang suami meninggal. Tugas itu kemudian diteruskan putranya.
Semula, Mbok Yem tidak berencana membangun warung di puncak Gunung Lawu. Keinginan itu lantas muncul setelah dirinya dengan pendaki gunung.
Mbok Yem pun membangun rumah sekaligus warungnya untuk memenuhi kebutuhan logistik para pendaki. Dia memiliki peliharaan monyet di warungnya yang dinamakan Temon Aditya.
Sebagian besar hari-hari Mbok Yem dihabiskan sendirian di puncak Gunung Lawu meskipun memiliki anak dan pekerja yang biasa membantunya.