Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Megawati Ajak Masyarakat Tak Takut Bersuara: Ini Adalah Demokrasi
Advertisement . Scroll to see content

Profil Deddy Sitorus Anggota DPR yang Sebut Dirinya Berbeda dengan Rakyat Jelata

Selasa, 26 Agustus 2025 - 18:11:00 WIB
Profil Deddy Sitorus Anggota DPR yang Sebut Dirinya Berbeda dengan Rakyat Jelata
Politikus PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus menyatakan, fraksi partainya di DPR siap menggulirkan hak angket . (Foto MPI).
Advertisement . Scroll to see content

Pernyataan Kontroversial “Rakyat Jelata”

Kontroversi yang menyeret namanya bermula dari sebuah acara televisi yang menayangkan pernyataannya. Dalam forum tersebut, Deddy menolak membandingkan kehidupan anggota DPR dengan masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menyebut tukang becak dan buruh sebagai “rakyat jelata” serta mengatakan perbandingan gaji DPR dengan UMR adalah “sesat logika”.

Bagi sebagian pihak, pernyataan itu dianggap sebagai bentuk kejujuran yang ingin menekankan perbedaan tanggung jawab antara anggota DPR dan rakyat biasa. Namun, mayoritas warganet menilai ucapan tersebut merendahkan. Kritik bermunculan karena istilah “rakyat jelata” dianggap mengandung nuansa diskriminatif dan menciptakan jarak antara pejabat dan masyarakat yang diwakilinya.

Selain itu, Deddy juga sempat menyinggung soal tunjangan rumah bagi anggota DPR yang nilainya mencapai Rp 50 juta per bulan. Pernyataan ini memicu perdebatan lebih lanjut tentang keadilan sosial dan pengeluaran negara untuk pejabat publik. Deddy menegaskan bahwa yang ia sampaikan bukanlah bentuk penghinaan terhadap rakyat, melainkan penjelasan mengenai konteks kerja dan fasilitas anggota DPR. Meski demikian, persepsi publik sudah terlanjur terbentuk sehingga ucapan tersebut menjadi sorotan nasional.

Latar Belakang Pendidikan

Perjalanan pendidikan Deddy cukup panjang dan terarah. Ia menempuh pendidikan dasar hingga SMA di Pematangsiantar, lulus dari SMA Negeri 3 pada tahun 1988. Kemudian ia melanjutkan studi di Universitas Simalungun dan meraih gelar Sarjana Pertanian pada tahun 1996.

Keinginannya untuk memperdalam ilmu membawanya ke Inggris. Di Kingston University, ia berhasil meraih gelar Master of Arts pada tahun 2006 dalam bidang Political Communication, Advocacy & Campaigning. Bekal pendidikan ini memberinya landasan akademis yang kuat dalam berkiprah di dunia politik dan komunikasi publik.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut