Profil Biodata Ahmad Sahroni, Politisi dan Crazy Rich Tanjung Priok yang Dulu Hidup Susah
Meski begitu, Roni pernah menunjukan jiwa kepemimpinannya dengan menjadi ketua OSIS ketika di SMA. Setelah lulus SMA pada tahun 1995, pria berusia 44 tahun itu tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Oleh sebab itu, ia memilih bekerja sebagai buruh kasar di daerah pelabuhan Tanjung Priok. Karir Ahmad Sahroni kemudian dirintis mulai dari menjadi seorang sopir ‘tembak’ dengan gaji seikhlasnya.
Setelah beberapa tahun, Roni lalu memutuskan untuk pindah ke kapal pesiar Century sebagai tukang cuci piring selama 3 bulan bekerja disana. Pengalaman itu membuat Roni dapat merasakan berkunjung ke beberapa negara secara gratis.
Setelah pulang ke Indonesia, Roni kembali bekerja menjadi sopir bos. Selama bekerja, Roni mempelajari cara perusahaan tempat ia bekerja mendapatkan uang. Bagaimana cara mencari pelanggan,membeli BBM, hingga cara mengisinya ke kapal.
Setelah setelah cukup berpengalaman, Roni memutuskan untuk keluar dari perusahaan tempatnya bekerja dan mulai mendirikan perusahaannya sendiri.