Prestasi Kwik Kian Gie: Kiprah Sang Ekonom di Dunia Pendidikan dan Politik di Indonesia
Tak berhenti sampai di situ, pada 1982 ia ikut mendirikan Institut Manajemen Prasetiya Mulya yang menjadi pelopor pendidikan manajemen berbasis praktik di Indonesia. Lalu pada 1987, Kwik Kian Gie juga mendirikan Institut Bisnis dan Informatika Indonesia (IBII), yang kini dikenal sebagai Kwik Kian Gie School of Business—lembaga pendidikan tinggi yang terus melahirkan lulusan terbaik di bidang ekonomi, bisnis, dan teknologi informasi.
Prabowo hingga Megawati Kirim Karangan Bunga ke Rumah Duka Kwik Kian Gie
Prestasi Kwik Kian Gie di panggung nasional makin bersinar saat reformasi. Ia dikenal berani menjadi ekonom kritis, kerap menyuarakan suara rakyat lewat tulisan-tulisan tajam di media massa dan seminar nasional.
Kariernya di politik dimulai dari kiprahnya sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan dilanjutkan dengan posisi strategis sebagai Ketua DPP merangkap Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan, serta Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Ekonom Senior Kwik Kian Gie Wafat, Prabowo Berduka
Puncak pengabdiannya di dunia ekonomi datang saat ia diangkat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tahun 1999—2000.
Kiprahnya berlanjut pada kabinet berikutnya di bawah Presiden Megawati Soekarnoputri, sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas periode 2001—2004.
Di dua periode penting itu, Kwik Kian Gie dikenal berperan aktif menggagas kebijakan ekonomi kerakyatan, memperjuangkan keadilan ekonomi, transparansi, serta gigih melawan praktik KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme).
Atas kontribusi dan dedikasi luar biasa, Kwik Kian Gie dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana oleh pemerintah Indonesia—salah satu tanda kehormatan tertinggi yang diberikan untuk tokoh nasional. Tak cuma di lingkup ekonomi, dedikasinya di dunia pendidikan dan komitmen memperjuangkan keadilan sosial, nasionalisme, serta integritas bangsa diakui banyak pihak, baik dari akademisi, pelaku usaha, pejabat pemerintah hingga generasi muda.
Terlepas dari jabatan formal, Kwik Kian Gie tetap vokal memberikan kontribusinya untuk negeri melalui tulisan-tulisan, diskusi, seminar, hingga nasihat kritis terhadap jalannya pemerintahan dan ekonomi.