Prabowo Ungkap Pindad Bakal Pasok Senjata Tentara Arab Saudi: Senjata Kita Teruji!
“Ini kita tertibkan. Sampai akhir bulan Juli, sampai hari ini kita sudah tutup 240 BUMN yang nggak beres sudah kita tutup. Nanti akhir Juli ini akan 250 BUMN kita tutup. Desember 31, 2026 akan tutup jumlahnya 800 BUMN yang tidak efisien, yang tidak pernah untung, yang merugi terus, kita tutup,” papar Prabowo.
Dia menambahkan, langkah penataan tersebut telah menghasilkan penghematan anggaran yang disebut mendekati Rp70 triliun, terutama dari efisiensi biaya operasional dan pengeluaran direksi.
“Dari gaji direksi saja sampai sekarang, overhead dan gaji kita sudah bisa menghemat mendekati Rp70 triliun. Rp70 triliun sudah kita hemat,” ucap dia.
Selain itu, Prabowo menegaskan pemerintah berkomitmen memperkuat industri strategis nasional. Dia menyebut perusahaan-perusahaan seperti PT PAL, PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia (DI) yang sebelumnya disebut akan dijual atau dihentikan, kini justru didorong untuk berkembang.
“Banyak sekali perusahaan yang seolah-olah tadinya mau dijual, tadinya mau dijual ke asing. Saya larang! Tadinya industri pertahanan mau dijual, PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PT DI dibunuh, mau dijual, kita bangkitkan! Sekarang kita akan bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu,” katanya.
Prabowo mengatakan PT PAL kini telah mampu memproduksi berbagai kapal perang, termasuk kapal selam dan kapal-kapal canggih lainnya.
“PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat. PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal selam. PT PAL akan bikin kapal-kapal canggih, saudara-saudara sekalian,” ucap dia.
Editor: Rizky Agustian