Prabowo Ungkap Berhasil Selesaikan 110 Masalah dalam 18 Bulan: Bukan Prestasi Kecil
Prabowo juga mengungkapkan bahwa setelah dilantik menjadi presiden, dia mendapati sejumlah persoalan yang jauh lebih besar dari perkiraannya. Salah satunya berkaitan dengan kebocoran kekayaan negara akibat berbagai praktik perdagangan yang dinilai merugikan Indonesia.
“Kita mengerti justru ini yang kita pilih diberi mandat untuk kita selesaikan, kita paham ada ketimpangan masyarakat kita, tapi terus terang saja saya katakan, di mana-mana, saya sendiri, sebagai presiden, sebagai yang diberi mandat bersama saudara wapres kita disumpah. Saya sendiri tidak menduga, sesungguhnya beberapa masalah sangat di luar perkiraan kita,” kata dia.
Menurut Prabowo, temuan tersebut didukung data dari lembaga-lembaga internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dia mencontohkan Indonesia yang merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia justru pernah mengalami kelangkaan minyak goreng selama berminggu-minggu.
“Ini bukan data kita, ini data lembaga internasional, ini data dari PBB, tapi seluruh bangsa sudah merasakan, semua pelaku ekonomi sudah mengerti di dalam negeri dan luar negeri. Semua tahu negara penghasil kelapa sawit di dunia sempat berminggu-minggu hilang minyak goreng, sesuatu yang tidak masuk di akal,” tuturnya.
Meski dihadapkan pada tantangan yang besar, Prabowo menilai pemerintah telah menunjukkan kemajuan dengan menyelesaikan banyak persoalan dalam 18 bulan terakhir. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran kabinet untuk terus bekerja menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi bangsa.
“Jadi kita dihadapi dengan masalah sangat besar, dengan masalah yang vital, kalau ini kita biarkan, kalau kebocoran ratusan miliar dolar Indonesia dibiarkan terus keluar kita tidak bisa bayangkan nasib kita seperti apa. Karena itu, saya ingatkan kita diberi mandat untuk menyelesaikan masalah dan seharusnya kita bangga bahwa ternyata dalam kurun waktu ini telah banyak masalah dan kesulitan yang kita selesaikan,” kata Prabowo.
Editor: Aditya Pratama