Prabowo Bertemu 12 Pengusaha Ternama AS, Tegaskan Indonesia Bukan Lagi Raksasa Tidur
WASHINGTON DC, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto bertemu langsung dengan 12 perusahaan investasi terbesar dunia dalam pertemuan di Washington DC, Amerika Serikat (AS), pada Jumat (20/2/2026). Pertemuan yang semula dijadwalkan berlangsung satu jam itu berjalan hampir dua jam karena diskusi produktif.
CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan total aset kelolaan (asset under management/AUM) dari 12 perusahaan yang hadir mencapai sekitar 16 triliun dolar AS. Dalam pertemuan tersebut, kata dia, Prabowo memaparkan arah kebijakan Indonesia ke depan, khususnya langkah-langkah untuk memperkuat iklim investasi dan menjaga stabilitas ekonomi dan politik.
“Diskusinya tadi cukup panjang, kurang lebih hampir dua jam dari tadinya hanya diperkirakan satu jam karena diskusinya very fruitful, very productive,” ujar Rosan kepada media usai pertemuan.
Menurut Rosan, pertemuan dilanjutkan dengan sesi one on one bersama masing-masing perusahaan. Para investor memberikan masukan, termasuk terkait konsistensi kebijakan, rule of law, pengembangan pasar modal, serta pengelolaan risiko yang terukur.
Seskab Teddy: Diplomasi Presiden Prabowo Turunkan Tarif AS dari 32% jadi 19%
Dia menyebut, para investor juga menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan-kebijakan yang telah dijalankan pemerintah.
“Mereka juga menyatakan dan memuji kebijakan-kebijakan Bapak Presiden yang selama ini sudah dilakukan yang membuat mereka sekarang melihat Indonesia itu lebih besar,” kata Rosan.
Presiden Prabowo Tetapkan Kepemimpinan Baru BPJS Ketenagakerjaan Periode 2026–2031
Prabowo Siapkan Kandidat Terbaik untuk Jadi Wakil Komandan ISF di Gaza
Dalam kesempatan itu, menurut Rosan, Prabowo menyampaikan pesan kunci Indonesia tidak lagi dipandang sebagai negara dengan potensi yang tertidur.
“Bapak Presiden menyampaikan di awal bahwa selama ini mungkin Indonesia dikenalnya as a sleeping giant, tapi we’re not sleeping anymore. Now is time kita bangun dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan perekonomian di Indonesia,” ujar Rosan mengutip pernyataan Prabowo.
Dipuji Trump di KTT Board of Peace, Prabowo: Indonesia Siap Kirim 8.000 Pasukan ke Gaza
Rosan menambahkan dari diskusi tersebut muncul sejumlah potensi kerja sama di berbagai sektor strategis, antara lain teknologi, energi terbarukan (renewable energy), infrastruktur, real estate, serta ekonomi digital.
Harapannya, kerja sama itu juga mencakup transfer of knowledge. Selain itu, ada pula ketertarikan investor untuk mendukung pengembangan kewirausahaan dan dunia usaha di Indonesia.
Sementara itu, Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir menjelaskan para investor menunjukkan minat kuat tidak hanya untuk berinvestasi, tetapi juga membangun kemitraan jangka panjang dengan membuka kantor langsung di Indonesia.
“Karena bahasa mereka boots on the ground itu sangat penting dan mereka sangat apresiasi Bapak Presiden bisa menerima mereka semua,” kata Pandu.
Dia mengatakan para CEO tersebut datang langsung dari berbagai pusat keuangan dunia mulai dari Los Angeles, New York, London, hingga Eropa, untuk berdiskusi langsung dengan Prabowo. Menurut Pandu, penguatan pasar modal dan confidence building menjadi salah satu topik utama. Para investor, kata dia, sangat mengapresiasi penekanan Prabowo pada penguatan sistem hukum dan kepastian hukum.
“Mereka sangat apresiasi bahasa yang Bapak Presiden tekankan mengenai penguatan legal system, certainty of legal system, dan juga mereka sangat apresiasi juga bahwa ada pembentukan Danantara yang Bapak Presiden inisiasikan,” ujarnya.
Dia menyebut sejumlah investor di sektor-sektor seperti energi transisi, infrastruktur, teknologi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan, bahkan sudah melakukan pembahasan lebih lanjut di pertemuan itu sehingga bukan hanya sekadar diskusi.
Editor: Rizky Agustian