PPATK Blokir Rekening Tersangka Teroris Karyawan KAI, Transaksinya Miliaran Rupiah
JAKARTA, iNews.id - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir rekening milik Dananjaya Erbening, pegawai PT KAI yang menjadi tersangka teroris. Transaksi dalam rekening itu mencapai miliaran rupiah.
“Sudah diblokir (rekening pegawai PT KAI yang menjadi tersangka teroris),” kata Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana saat dikonfirmasi awak media, Jumat (18/8/2023).
Ivan mengungkapkan, nilai transaksi rekening yang diblokir oleh pihaknya mencapai miliaran rupiah. “Mutasi rekeningnya miliaran,” ujarnya.
Dia mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Densus 88 Polri. Koordinasi dilakukan untuk mendukung proses analisis yang sedang dilakukan.
Erick Thohir soal Karyawan KAI Jadi Tersangka Teroris: Harus Ditindak Tegas
“Dalam rangka mendukung proses analisis yang kami lakukan, kami terus bekerja sama dengan Densus 88,” ucapnya.
Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap seorang karyawan PT KAI, Dananjaya Erbening (DE) lantaran diduga terlibat dalam kelompok terorisme ISIS. Penangkapan dilakukan di Jalan Raya Bulak Sentul, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Senin(14/8/2023) lalu.
Karyawan KAI Jadi Teroris, Politisi PPP Yakin Erick Thohir Mampu Perangi Radikalisme
Dananjaya Erbening diduga menjadi pendukung ISIS dan aktif melakukan propaganda di media sosial Facebook dengan cara memberikan motivasi untuk berjihad.
"Dananjaya Mengirimkan sebuah posting-an Facebook berupa poster digital berisikan teks pembaruan baiat dalam bentuk bahasa Arab dan bahasa Indonesia kepada pemimpin Islamic State yaitu Abu Al Husain Al Husaini Al Quraysi," bunyi keterangan resmi Densus 88, Senin (14/8/2023).
KAI Bakal Pecat Karyawan yang Jadi Tersangka Teroris setelah Vonis
Tak hanya itu, Dananjaya Erbening juga memiliki senjata api rakitan. Melalui posting-an akun Facebook miliknya, Dananjaya Erbening sudah melakukan uji coba senjata rakitan di sebuah perkebunan.
Dananjaya juga tergabung dalam grup telegram BEL4J4R PEDUL1 MUH4J1R, grup khusus penggalangan dana mengatasnamakan APM oleh YUSHA. Dananjaya tercatat sebagai admin dan membuat beberapa channel Telegram Arsip Film Dokumenter dan Breaking News yang merupakan channel update teror global yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.
Wapres Ma'ruf Berharap Tak Ada Lagi pegawai BUMN Terafiliasi Teroris
Editor: Rizky Agustian