Polri Kerahkan Personel Brimob Tambahan ke Papua, Ini Alasannya
JAKARTA, iNews.id - Polri mengerahkan personel tambahan 2 Satuan Setingkat Pleton (SST) dari Korps Brimob dan tim medis ke wilayah Papua. Hal itu dilakukan untuk memastikan terwujudnya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) yang aman dan damai.
Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo hal tersebut merupakan tindaklanjut dari instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri untuk menjaga situasi.
"Sebagaimana arahan Pak Kapolri, tim medis dan personel Korps Brimob Polri dikerahkan untuk melakukan BKO (Bawah Kendali Operasi) Polda Papua dalam rangka menangani situasi kamtibmas," ucap Dedi saat dikonfirmasi, Jakarta, Sabtu (11/2/2023).
Dedi menjelaskan, jajaran Brimob Polri yang dikerahkan merupakan personel yang memiliki kemampuan khusus. Mereka telah terbiasa menangani permasalahan konflik maupun penanganan bencana di Indonesia.
TNI-Polri Gelar Pencarian Pilot Susi Air di Papua, DPR Ingatkan Aspek Keselamatan
Dedi menekankan, para personel yang dikerahkan itu telah mendapatkan pengarahan untuk melakukan tugas di wilayah Papua pasca-terjadinya teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yakni pembakaran Pesawat Susi Air di Distrik Paro, Nduga.
Wapres Ma’ruf Amin Minta Pembakar Pesawat Susi Air di Nduga Papua Dikejar
"Tentunya penebalan pasukan ini untuk memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat di Papua," kata Dedi.
Sebagai informasi, aparat gabungan dari TNI-Polri bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap warga dari teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, pasca-terjadinya pembakaran Pesawat Susi Air.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo mengungkapkan, evakuasi itu menggunakan Helikopter. Hal itu mengingat, banyak ibu-ibu dan anak-anak yang tidak kuat melakukan perjalanan darat.
"TNI-Polri membantu mengevakuasi warga yang sakit, wanita dan anak-anak yang meninggalkan Distrik Paro. Banyak warga Paro yang tidak mampu melanjutkan perjalanan karena kelelahan, lapar dan sakit," ujar Ignatius.
Menurut Ignatius Benny, saat ini tim gabungan TNI dan Polri telah menerjunkan tiga Helikopter untuk mengevakuasi warga. Saat ini, total ada 25 orang yang dilakukan penyelamatan oleh aparat gabungan.
"Upaya evakuasi masyarakat berlangsung dengan aman," tutup Ignatius.
Editor: Puti Aini Yasmin