Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ray Rangkuti: 20 Persen Kelompok Kritis Lebih Banyak Serang Jokowi-Gibran
Advertisement . Scroll to see content

Polemik Jokowi Tambah Koalisi, Jimly: Enggak Usah Semua Masuk Pemerintahan

Sabtu, 06 Juli 2019 - 07:32:00 WIB
Polemik Jokowi Tambah Koalisi, Jimly: Enggak Usah Semua Masuk Pemerintahan
Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie di acara Halalbihalal ICMI, di Jakarta, Jumat (5/7/2019) malam. (Foto: iNews.id/ Felldy Utama).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menilai fungsi kontrol terhadap kekuasaan tetap diperlukan. Kontrol tersebut bagian dari keseimbangan untuk merawat kehidupan berbangsa dan bernegara dalam sistem demokrasi di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Jimly terkait polemik Jokowi-Ma'ruf Amin akan merangkul kubu Prabowo-Sandi untuk bergabung dalam koalisi di pemerintahan mendatang.

Dia mengutip, mengutip surat Al-Baqarah ayat 251 dan Al Haj ayat 40 di dalam Alquran. Dalam kedua ayat tersebut tentang apabila tidak ada dua golongan yang saling mengontrol dan mengendalikan maka peradaban material dan peradaban spiritual hancur tanpa keseimbangan.

"Maka, hasil Pemilihan Umum ini biar saja kita pelihara, enggak usah semuanya orang ingin masuk jadi pemerintah. Bagi dua saja, ada yang mengimbangi ada yang yang bekerja," ujar Jimly dalam sambutannya di acara Halalbihalal ICMI, di Jakarta, Jumat (5/7/2019) malam.

Menurutnya, dua kelompok yang muncul dalam Pemilu 2019 harus dimaknai secara lebih luas. Dua kelompok ini wajar di dalam sistem demokrasi dan semakin mendewasakan kehidupan kebangsaan.

"Biar saja ada dua kelompok, selama keduanya berfungsi dengan baik. Insya Allah akan mendewasakan kehidupan kita berbangsa," ucapnya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut