Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PWI Umumkan Pemenang Anugerah Jurnalistik 2026, Ini Daftarnya
Advertisement . Scroll to see content

Permohonan Red Notice Jozeph Paul Zhang Dikirim ke Interpol

Kamis, 22 April 2021 - 18:45:00 WIB
Permohonan Red Notice Jozeph Paul Zhang Dikirim ke Interpol
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan surat permohonan red notice Jozeph Paul Zhang telah dikirim ke kantor pusat Interpol di Prancis. (Foto: dok Mabes Polri)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Polri telah mengirimkan surat permohonan penerbitan red notice tersangka kasus penodaan agama, Jozeph Paul Zhang (JPZ) ke markas pusat Interpol di Lyon, Prancis. Surat itu dikirim melalui Sekretaris NCB Interpol Indonesia.

Kepastian itu disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (22/4/2021).

"Yang pasti untuk permohonan penerbitan red notice, Sekretariat NCB Interpol Indonesia telah mengirim surat ke markas besar Interpol di Lyon, Prancis," kata Rusdi.

Dia menjelaskan pengajuan red notice tersebut merupakan upaya untuk mempersempit gerak dari pria dengan nama asli Shindy Paul Soerjomoeljono itu. 

"Tentunya ini akan sangat berguna dengan red notice tersebut. JPZ tentunya pergerakannya semakin dipersempit dan untuk mengantisipasi seandainya yang bersangkutan melakukan upaya-upaya lain dengan red notice itu sangat berguna dalam rangka menyelesaikan kasus JPZ," ujar Rusdi.

Oleh sebab itu, Polri berharap proses penerbitan red notice oleh Interpol pusat bisa segera diproses dengan cepat.

"Kami tunggu proses dari markas besar Interpol. Mudah-mudahan tak lama lagi red notice akan keluar," ucap Rusdi.

Bareskrim Polri telah menetapkan Jozeph Paul Zhang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penodaan agama lantaran mengaku sebagai nabi ke-26.

Jozeph disangka melanggar pasal penyebaran informasi bermuatan rasa kebencian berdasarkan SARA sesuai dalam Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang ITE. Kemudian dengan pasal penodaan agama sebagaimana termaktub dalam Pasal 156a KUHP. 

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut