Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 40 Ucapan Peringatan G30S PKI, Mengenang Tragedi 30 September
Advertisement . Scroll to see content

Perbedaan G30S, G30S/PKI, Gestapu, dan Gestok, Ini Alasan Gerakan 30 September 1965 Beda Penyebutan

Selasa, 27 September 2022 - 13:05:00 WIB
Perbedaan G30S, G30S/PKI, Gestapu, dan Gestok, Ini Alasan Gerakan 30 September 1965 Beda Penyebutan
Perbedaan G30S, G30S/PKI, Gestapu, dan Gestok (Foto: istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Hal itu kemudian berpengaruh pada penerbitan semua buku yang memuat tentang peristiwa tersebut harus menggunakan istilah G30S/PKI.

3. Gestapu 

Gestapu adalah akronim dari Gerakan September Tiga Puluh. Istilah ini muncul setelah Soeharto diminta turun tangan mengatasi kasus tersebut.

Istilah diciptakan oleh Brigjen RH Sugandhi yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Penerangan Staf Angkatan Bersenjata sekaligus pimpinan Angkatan Bersenjata harian.

Istilah Gestapu sempat dipakai lantaran istilah tersebut sekaligus plesetan dari Gestapo. Gestapo adalah singkatan dari Geheime Staatspolizei, yakni polisi rahasia bentukan Nazi Jerman yang berperan dalam pembunuhan massal orang Yahudi di Eropa pada perang dunia II.

4. Gestok

Setelah peristiwa berdarah itu meletus, Presiden Soekarno sebenarnya telah menyebutnya dengan istilah Gestok atau Gerakan Satu Oktober. Alasan utama dan sederhananya adalah peristiwa pembunuhan enam jenderal itu dilakukan pada tanggal 1 Oktober dini hari.

Istilah Gestok secara langsung oleh Soekarno pada 9 Oktober 1965 di sidang kabinet pertama setelah G30S. Secara politis, Gestok juga dimaksudkan untuk mengganti istilah Gestapu yang identik dengan Nazi Jerman.

Itulah perbedaan istilah G30S, G30S/PKI, Gestapu, dan Gestok.  Penyebutan masing-masing didasarkan perspektif politis orang/kelompok yang menamakannya.

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut