Perang Rusia-Ukraina, Partai Perindo Usulkan Skenario Solusi untuk Dunia Internasional
Selain antisipasi di dalam negeri, Indonesia juga harus waspada atas kemungkinan negara tertentu mengambil kesempatan ketika dunia internasional sibuk menghadapi Rusia. Gelar operasi militer di Laut Natuna Utara harus tetap dilaksanakan.
"Jangan sampai terjadi serangan mendadak yang dapat merugikan pertahanan Indonesia. Hal yang penting, pemerintah kita harus segera mengevakuasi WNI di Ukraina," kata Susaningtyas.
Dia menyebutkan perang antara Rusia versus Ukraina akhirnya meletus seperti banyak diperkirakan oleh para pakar dan pengamat. Konflik menahun sejak wilayah Ukraina di Krimea diduduki Rusia pada tahun 2014 berujung serbuan Rusia di bagian Timur Ukraina.
"NATO dipimpin Amerika Serikat ternyata gagal melaksanakan diplomasi pertahanan untuk mencegah perang. Kepentingan NATO juga belum tentu dibuktikan untuk membela Ukraina sebagai salah satu anggotanya," ujarnya.
Sejak 2014, NATO tidak memberikan reaksi yang proporsional terhadap Rusia. Strategi pendangkalan NATO juga tidak efektif mencegah Presiden Rusia Putin memerintahkan operasi militer secara masif. Perang yang terjadi di Balkan saat ini masuk dalam kategori perang asimetris dari perspektif ilmu Pertahanan.