Pentolan OPM Mayer Wenda Ditembak Mati, Jabat Wakil Panglima Kodap Lanny Jaya
Setelah sempat menghilang, Mayer muncul kembali pada tahun 2014 di Lanny Jaya dan memperkuat sayap bersenjata OPM. Dia memegang posisi strategis sebagai Wakil Panglima Kodap XII Lanny Jaya.
Panglima Koops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto menjelaskan, upaya penangkapan dilakukan dengan pendekatan profesional. Namun Mayer Wenda dan rekannya justru melakukan perlawanan bersenjata yang mengancam keselamatan aparat.
“Keamanan masyarakat Papua adalah prioritas kami. Setiap ancaman akan ditindak tegas demi menjaga kedamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Lucky, Rabu (6/8/2025).
Kedua jenazah kemudian dibawa ke RSUD Wamena untuk proses lebih lanjut, dan aparat juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait.
Dalam operasi penyergapan tersebut, aparat mengamankan sejumlah barang bukti penting, yakni:
- 1 pucuk senjata revolver dengan 24 butir peluru
- 2 KTP atas nama Dani Wenda dan Pemina Wenda
- 1 unit HP Vivo dan 1 unit HP Oppo
- Uang tunai Rp65.000
- 1 buah noken
Penyergapan terhadap tokoh OPM ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menciptakan rasa aman menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan RI. Koops Habema menegaskan komitmennya untuk terus melindungi masyarakat Papua dari segala bentuk ancaman kekerasan bersenjata.
Editor: Donald Karouw