Pengertian Pola Lantai: Tujuan, Fungsi, Jenis dan Contohnya
3. Adanya pola lantai membuat tarian lebih menarik dan tidak membosankan.
Festival Malioboro Menari 2023 Pecahkan Rekor Muri dengan Ribuan Tarian dan Busana Tradisional
4. Pola lantai membantu penari terlihat oleh penonton secara keseluruhan.
5. Pola lantai digunakan untuk menguasai panggung agar tidak ada kekosongan atau ketidakselarasan.
Pola lantai juga berfungsi untuk menata gerakan penari, membuat penari terlihat kompak, menciptakan struktur dalam pementasan tari, dan membantu penari menyesuaikan diri dengan tata panggung.
Pola lantai ini membentuk garis lurus dari depan ke belakang atau sebaliknya. Pola lantai ini melambangkan hubungan antara manusia dengan manusia lainnya. Contoh: Tari Baris Cengkedan-Bali, Tari Serimpi-Jawa Tengah, dan Tari Yospan-Papua.
Pola lantai ini berjajar lurus dari kanan ke kiri atau sebaliknya. Pola lantai ini melambangkan hubungan antara manusia dan alam. Contoh: Tari Saman-Aceh dan Tari Indang-Sumatera Barat.
Pola lantai ini membentuk garis menyudut ke kanan atas, ke kiri atas, ke kanan bawah ataupun ke kiri bawah. Pola lantai ini melambangkan kedinamisan dan kekuatan. Contoh: Tari Pendet-Bali dan Tari Gending Sriwijaya-Sumatera Selatan
Pola lantai ini membentuk lingkaran. Pola lantai ini melambangkan hubungan antara manusia dan Tuhannya. Contoh: Tari Ma'badong Toraja-Sulawesi Utara, Tari Piring dan Tari Randai-Sumatera Barat.
Demikianlah penjelasan tentang pola lantai, mulai dari pengertian, tujuan, fungsi, jenis, hingga contohnya. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda tentang seni tari.
Editor: Komaruddin Bagja