Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pengangguran: Di Rapat Kabinet Angka Turun, di Lapangan Banyak Pekerja Dirumahkan 
Advertisement . Scroll to see content

Penciptaan Lapangan Kerja Harus Ditopang Industrialisasi

Senin, 03 November 2025 - 20:21:00 WIB
Penciptaan Lapangan Kerja Harus Ditopang Industrialisasi
Agus Taufiq Politisi Muda & Inisiator @KebijakanKita (Foto: Dok Pribadi)
Advertisement . Scroll to see content

Agar seluruh pilar SBIN optimal, saya melihat ada lima kebijakan strategis yang perlu dilakukan segera. Pertama, menyelamatkan sekaligus modernisasi industri padat karya seperti tekstil, garmen, alas kaki, furnitur, dan elektronik rumah tangga untuk memperbaiki fondasi ekonomi. Sektor-sektor tersebut paling cepat menyerap tenaga kerja. Oleh karenanya, beragam isu seperti lonjakan impor terutama yang ilegal, pembiayaan modal, dan transfer teknologi ke industri skala kecil-menengah perlu mendapat perhatian serius.

Kedua, memperdalam klasterisasi ekonomi sebagai basis penguatan ekosistem industri. Misalnya di Jawa Barat adalah klaster otomotif, di Batam adalah elektronik, atau Jawa Timur dan Sumatra adalah pangan-minuman. Kebijakan klaster ditujukan untuk menghubungkan industri menengah-besar dengan UMKM pemasok agar tercipta rantai ekonomi, sehingga perekonomian di bawah turut bergeliat. Agar investasi pada industri besar juga berdampak positif hingga ke kantong-kantong rakyat.

Peranan UMKM, termasuk ekonomi kreatif, tidak bisa dianggap sebelah mata di sini. Sejauh ini, sumbangsih UMKM terhadap perekonomian kurang lebih mencapai 60-an persen dari PDB dan menyerap hingga 110 juta orang. Sementara sektor ekonomi kreatif sendiri saat ini memang terus bertumbuh, dengan capaian ekspor 12,36 miliar dolar AS tahun lalu (tumbuh 4,46% secara year-on-year) dan menyerap tidak kurang dari 25 juta pekerja. Konektivitas UMKM dan sektor ekonomi kreatif ke dalam klaster industri dapat meningkatkan nilai tambah bagi sektor terbanyak yang menyerap tenaga kerja ini.

Ketiga, memperbaiki iklim investasi dan dunia usaha. Reformasi perizinan memang sudah berjalan, tetapi kepastian energi, lahan industri, tata ruang, dan logistik masih perlu dikawal. Pemerintah sudah menekankan pentingnya menjaga iklim investasi. Tugas berikutnya adalah mengukur seberapa besar capaian investasi pada industri lokal yang naik kelas, dan berapa banyak pekerja yang naik status ke formal setiap tahunnya.

Keempat, melanjutkan hilirisasi yang tidak hanya berhenti di smelter. Proses harus berlanjut pada komponen-komponen lanjutan hingga produk akhir seperti prekursor-katoda baterai, inverter, hingga perakitan kendaraan listrik di hilir. 

Sementara terakhir, tidak kalah penting, adalah investasi pada sumber daya manusia. Industrialisasi tanpa skills hanya menambah masalah. Tugas besarnya adalah bagaimana pendidikan kita, terutama vokasi bisa terhubung dengan kebutuhan sesuai klaster industrinya, link & match. Pelatihan pun tidak boleh hanya bersifat generik, tapi riil menjadi jalan bagi upskilling & reskilling tenaga kerja. 

Dari apa yang telah berjalan, saya menaruh optimisme besar bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bisa menggerakkan industrialisasi. Dengan begitu, target pertumbuhan ekonomi 8% serta pembukaan 19 juta lapangan pekerjaan dalam lima tahun ke depan dapat tercapai.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut