Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tito Ungkap Angka Pengungsi Bencana Sumatra Turun, Kini Sisa 74.369 Orang
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Kebut Perbaikan 3.268 Rumah Nakes Terdampak Bencana Sumatra jelang Ramadan 2026 

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:52:00 WIB
Pemerintah Kebut Perbaikan 3.268 Rumah Nakes Terdampak Bencana Sumatra jelang Ramadan 2026 
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pemerintah mempercepat perbaikan 3.268 rumah nakes terdampak bencana di Sumatra dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026). (BPMI Setpres)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mempercepat perbaikan 3.268 rumah tenaga kesehatan (nakes) yang terdampak bencana di Sumatra agar dapat ditempati kembali sebelum Ramadan 2026. Penyelesaian tahap pertama ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan upaya tersebut saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

"Mereka susah bekerja 100 persen karena rumah-rumahnya rusak. Nah, kita sedang terus mengoordinasikan dalam satu bulan terakhir ini. Tadi kita mau mengerjakan sebelum puasa, agar 3.268 ini, batch pertama, bisa mendapat bantuan," kata Budi.

Menkes menjelaskan, bantuan perbaikan rumah akan disalurkan berdasarkan tingkat kerusakan yang telah diverifikasi pemerintah. Untuk rumah rusak ringan, bantuan sebesar Rp15 juta; rusak sedang Rp30 juta; dan rusak berat Rp60 juta.

Budi menyebut pendanaan program tersebut didukung Kementerian Dalam Negeri dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dengan harapan pencairan dapat dilakukan sebelum bulan puasa.

Dari total 3.268 unit pada tahap awal, sebanyak 1.350 rumah dinyatakan siap diproses lebih lanjut. "Agar mereka segera bisa kembali ke rumah dan memperbaiki rumahnya dan saat puasa bisa melakukan ibadah puasanya di rumah," katanya.

Untuk mempercepat realisasi bantuan, Budi juga mengusulkan penyederhanaan mekanisme administrasi. Dia menilai proses review dokumen yang berulang kerap memperlambat pencairan dana di lapangan.

"Jadi, kita mengusulkan kalau bisa prosesnya sedikit sederhana. Jadi, reviewnya sekali, beberapa orang sekaligus duduk bareng, nanti keluar, langsung bisa dicairkan. Dengan demikian mengurangi pekerjaannya, tidak usah serial, tapi bisa dilakukan secara paralel," kata Budi.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut