Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Buka Impor Jagung dari AS, Jamin Tak Ganggu Produksi Dalam Negeri
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Impor 1.000 Ton Beras dari AS, Pastikan Tak Berdampak terhadap Produksi Nasional

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:12:00 WIB
Pemerintah Impor 1.000 Ton Beras dari AS, Pastikan Tak Berdampak terhadap Produksi Nasional
Pemerintah Indonesia membuka alokasi impor beras sebesar 1.000 ton dari AS sebagai bagian dari implementasi kesepakatan tarif resiprokal RI-AS. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Indonesia membuka alokasi impor beras sebesar 1.000 ton dari Amerika Serikat (AS) meski saat ini kondisi produksi dalam negeri dalam posisi swasembada. Hal ini merupakan bagian dari implementasi kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan AS.

Juru Bicara Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto menerangkan, impor yang diberikan untuk beras dengan klasifikasi khusus dan tidak bersifat massal.

"Pemerintah setuju memberikan alokasi impor untuk beras klasifikasi khusus asal AS, namun tetap realisasinya tergantung permintaan dalam negeri," ucap Haryo dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).

Dia menegaskan, dalam lima tahun terakhir Indonesia tidak mengimpor beras dari AS. Karena itu, komitmen impor sebesar 1.000 ton dinilai tidak akan berdampak signifikan terhadap produksi nasional.

Haryo mengungkap, produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton. Dengan demikian, alokasi impor 1.000 ton tersebut hanya sebagian kecil dari total produksi nasional.

"Dalam 5 tahun terakhir, Indonesia tidak melakukan impor beras dari AS. Komitmen impor beras AS hanya sebesar 1.000 Ton tidak signifikan atau hanya sekitar 0,00003 persen dari total produksi beras nasional yang mencapai 34,69 Juta Ton tahun 2025," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut