Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perang AS-Israel VS Iran Memanas, Prabowo Rapat bareng Luhut Pastikan BBM-APBN Aman
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Hitung Ulang Harga BBM Subsidi usai Lebaran, bakal Naik?

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:59:00 WIB
Pemerintah Hitung Ulang Harga BBM Subsidi usai Lebaran, bakal Naik?
Ilustrasi BBM Pertamina. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menghitung ulang harga BBM subsidi setelah Lebaran 2026. Penghitungan ulang dilakukan merespons harga minyak mentah dunia yang melonjak hingga 90 dolar AS imbas perang di Timur Tengah. 

"Kita juga sudah menyampaikan, bahwa untuk Pertalite ini tidak akan ada kenaikan harga sampai dengan berakhirnya triwulan I 2026," ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung dalam konferensi pers Posko Angkutan Lebaran BPH Migas, Kamis (12/3/2026).

Dia mengatakan penyesuaian harga BBM subsidi dilakukan dengan menghitung besaran alokasi terhadap kompensasi yang diberikan pemerintah. Sebab, kenaikan harga minyak dunia membuat beban kompensasi pemerintah punya porsi yang lebih besar dan memengaruhi kinerja fiskal. 

"Jadi nanti kita akan evaluasi terkait dengan perkembangan harga minyak dunia dan juga bagaimana alokasi terhadap subsidi dan kompensasinya," tutur dia.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tidak naik setidaknya hingga Lebaran 2026. 

"Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan hari raya tidak ada kenaikan apa-apa. Kami sudah melakukan rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN), dan kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM kita untuk menjelang lebaran," ujar Bahlil di Istana Negara, Jakarta, (4/3/2026).

Namun demikian, Bahlil mengatakan BBM nonsubsidi diperkirakan akan tetap mengikuti fluktuasi harga minyak dunia. Naik atau turun harga minyak mentah dunia akan membentuk harga BBM nonsubsidi di pasar.

"Sekali pun ada terjadi kenaikan harga minyak akibat perang Israel, Amerika, dan Iran, tetapi kalau untuk harga BBM yang non subsidi itu memang mekanisme pasar," tutur dia.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut