Pelemahan Rupiah Ternyata Tak Seburuk Mata Uang Korsel hingga Filipina, Ini Buktinya!
Beberapa indikator utama menunjukkan stabilitas ekonomi domestik masih terjaga, antara lain inflasi tetap terkendali. Inflasi berada dalam kisaran target 2,5 ± 1 persen untuk periode 2026–2027.
Kemudian soal pertumbuhan kredit perbankan. Pada Januari 2026 kredit perbankan masih tumbuh sekitar 9,96 persen secara tahunan.
Lalu soal pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada 2025 tercatat sekitar 5,11 persen, menunjukkan aktivitas ekonomi domestik tetap ekspansif.
Dengan sejumlah indikator tersebut, tekanan terhadap rupiah dinilai lebih dipengaruhi dinamika eksternal seperti penguatan dolar AS, sentimen risk-off di pasar global, serta kenaikan harga energi dunia.
"Kondisi ini juga menegaskan bahwa secara fundamental, ekonomi Indonesia masih memiliki daya tahan yang cukup baik menghadapi gejolak global," tutur David.
Editor: Rizky Agustian