PBNU Terima Permintaan Maaf Gus Yahya, Posisi Ketua Umum Dipulihkan
JAKARTA, iNews.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima permintaan maafKetua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf terkait kelalaian dan ketidakcermatannya mengundang narasumber dalam sebuah acara NU.
Hal ini disampaikan usai Rapat Pleno PBNU yang dipimpin Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan diikuti jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, Mustasyar, dan A'wan serta Pimpinan Badan Otonom dan Lembaga PBNU.
Adapun, rapat pleno memutuskan untuk meninjau kembali keputusan Rapat Pleno PBNU pada 9 Desember 2025 serta memulihkan kembali posisi Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU.
Selain itu, rapat pleno turut menerima pengembalian mandat dari KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketua Umum PBNU. Kiai Miftach menyampaikan, pengembalian mandat tersebut disampaikan secara resmi melalui surat tertulis.
“Kita menerima pengembalian mandat dari KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketua Umum. Saya menerima suratnya, dan kami mengucapkan terima kasih atas langkah yang sangat terhormat ini,” kata Miftach dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).