PBB Tak Yakin Koalisi Pendukung Prabowo Akan Usung Yusril
JAKARTA, iNews.id - Partai Bulan Bintang (PBB) menyambut positif masuknya nama Yusril Ihza Mahendra dalam bursa calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Prabowo Subianto. Namun, PBB tak yakin koalisi pendukung Prabowo benar-benar akan mengusung Yusril sebagai cawapres.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PBB Afriansyah Ferry Noer menilai posisi cawapres untuk Yusril masih wacana. Belum tentu wacana tersebut menjadi kenyataan dalam realitas politik. Terlebih lagi, syarat pengajuan pasangan capres-cawapres harus memenuhi ambang batas pencalonan 20 persen jumlah kursi di DPR berdasarkan hasil Pemilu 2014. PBB realistis bahwa persyaratan tersebut terlalu jauh bagi partainya untuk ikut mengusung capres dan cawapres.
"Sekarang kami gak mau ngoyo-ngoyo (memaksakan diri) lagi. Kalau memang ketum kami disodorkan untuk menjadi pasangan Pak Prabowo, kami berterima kasih dan kami senang. Tapi, mekanismenya bagaiamana?" kata Ferry kepada iNews.id di Jakarta, Jumat (30/3/2018).
Ferry menyebutkan, Partai Gerindra pun masih harus berkoalisi dengan partai lain untuk memenuhi electoral threshold 20 persen sebagai syarat pengajuan capres-cawapres. Salah satu calon mitra koalisinya adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Gabungan dua partai ini sudah cukup untuk mengajukan paket capres-cawapres. PKS sendiri sudah menetapkan dan mengajukan sembilan kader internal yang bisa diusung untuk menjadi capres atau cawapres.
"Apakah partai koalisi yang punya kursi itu mau mencalonkan Ketua Umum kami? " ujar Ferry.