Pasokan BBM di Sumatera Utara Kembali Normal, Armada dan Personel Ditambah
JAKARTA, iNews.id - Pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara (Sumut), khususnya Kota Medan kembali normal seiring penguatan operasional distribusi yang dilakukan PT Elnusa Petrofin (EPN). EPN telah menambah armada mobil tangki, awak mobil tangki (AMT), hingga mengoptimalkan pengendalian distribusi untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Peningkatan konsumsi BBM seiring normalnya kembali aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan dan perkantoran, sempat menyebabkan meningkatnya kebutuhan pasokan di sejumlah SPBU. Kelancaran penyaluran energi tersebut sesuai penugasan dari PT Pertamina Patra Niaga.
Direktur Utama Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, menegaskan, perusahaan terus mengerahkan seluruh sumber daya terbaik untuk menjaga kelancaran distribusi energi kepada masyarakat.
“Keandalan distribusi energi merupakan prioritas utama kami. Elnusa Petrofin bergerak cepat dengan memperkuat armada, personel operasional, sistem pemantauan distribusi, hingga dukungan teknis di lapangan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi," ujar Doni dalam keterangan tertulis dikutip, Sabtu (18/7/2026).
"Langkah-langkah ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung ketahanan energi nasional serta memastikan layanan distribusi berjalan secara aman, andal, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Sejumlah strategi untuk memperkuat penyaluran BBM dilakukan, mulai dari penguatan kapasitas distribusi melalui penambahan armada, personel operasional, serta optimalisasi pengendalian distribusi secara real-time.
Dalam mendukung percepatan distribusi, perusahaan menambah jumlah armada operasional melalui skema spot charter sehingga jumlah mobil tangki yang siap beroperasi meningkat menjadi 176 unit.
Jumlah tersebut juga termasuk mobil tangki tambahan dari Jakarta maupun lokasi lain yang tiba secara bertahap guna memperkuat kapasitas angkut di wilayah Sumatera Utara.
Dari sisi sumber daya manusia, perusahaan menambah 41 Awak Mobil Tangki (AMT) dari berbagai wilayah operasional serta mendapat dukungan personel TNI sebagai pengemudi bantuan sehingga total jumlah AMT menjadi 711 personil. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi BBM tetap berjalan aman, lancar, dan tepat waktu di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.
Optimalisasi distribusi juga dilakukan melalui pemantauan armada secara real-time oleh Road Traffic Control (RTC) serta seluruh Tim Operasi baik yang berada di lapangan maupun di pusat.
Pengawasan tersebut difokuskan pada pengendalian Round Trip Hour (RTH) mobil tangki agar perputaran armada semakin cepat dan efektif, sehingga kapasitas penyaluran BBM dapat terus ditingkatkan.
Selain itu, perusahaan juga mempercepat penanganan armada yang mengalami gangguan melalui penguatan dukungan teknis, penambahan mekanik dari ATPM, penguatan ketersediaan suku cadang, serta penyediaan stok ban siap pakai untuk mempercepat proses perbaikan armada.
Untuk mempercepat pemulihan distribusi, operasional SPBU dan Terminal BBM Medan juga dioptimalkan selama 24 jam. Perusahaan turut memberikan dukungan operasional bagi AMT dan personel Fuel Terminal melalui penyediaan kebutuhan pendukung guna menjaga kesiapan dan keberlangsungan operasi di lapangan.
Terkait berbagai informasi yang beredar, Elnusa Petrofin menegaskan bahwa operasional perusahaan tetap berjalan normal dan kondusif.
Perusahaan juga terus menerapkan penegakan disiplin terhadap setiap pelanggaran yang terbukti dilakukan oleh personel operasional sesuai ketentuan yang berlaku, sembari memperkuat kapasitas SDM melalui proses rekrutmen dan penambahan personel baru.
Editor: Aditya Pratama