Pandangan Keliru soal Stereotipe Suku Minang, Bukan Pelit Lho!
JAKARTA, iNews.id - Stereotipe pelit pada suku Minang berkembang luas di masyarakat. Pandangan tanpa mendasar itu padahal keliru dan menyebabkan banyak kesalahpahaman. Apa sebabnya?
Hal ini juga baru saja dialami oleh seorang warga bernama Rezki Achyana. Ia mengaku mengalami kejadian diduga rasis usai dirinya membuat laporan kehilangan di Polsek Palmerah, Jakarta Barat.
Usai kejadian, Kapolsek Palmerah AKP Dodi Abdul Rohim meminta maaf kepada Rezki Achyana. Kini, polisi yang dilapor pun mendapatkan penempatan khusus (patsus). Sanksi dijatuhkan setelah yang bersangkutan diperiksa Propam Polres Metro Jakarta Barat.
Dalam buku 'Komunikasi Budaya dan Dokumentasi Kontemporer' terbitan Unpad Press, dijelaskan bahwa stereotipe adalah padangan umum dari suatu kelompok masyarakat terhadap masyarakat lain. Biasanya, pandangan ini bersifat negatif (salah kaprah) (Shoelhi 2015).
Kemudian, dijelaskan stereotipe Padang pelit ternyata telah terjadi secara turun-menurun. Menurut Purwasito dalam (Shoelhi 2015) stereotip dibangun oleh kelompok masyarakat dari waktu ke waktu dan mengandung kerangka interpretasi berdasarkan lingkungan budaya.