Ormas Islam Datangi Polda Metro, Laporkan Dugaan Intimidasi Hercules ke Ilma Sani
Ilma mengaku sempat menolak ikut ke Kantor GRIB Jaya saat rumahnya didatangi empat anggota ormas tersebut. Dia mengaku dipaksa ikut dengan dalih akan dibuatkan surat bermeterai untuk menjamin keselamatannya.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya Marcel Gual mengatakan tudingan intimidasi itu tidak benar. Dia menilai narasi rumah Ahmad Bahar didatangi secara ilegal hingga Ilma Sani dibawa paksa adalah kebohongan yang tidak mendasar.
“Fakta lapangan, kedatangan Satgas GRIB Jaya ke kediaman Ahmad Bahar dilakukan secara terbuka, tertib, serta didampingi langsung oleh ketua RW setempat dan pihak kepolisian,” kata Marcel dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).
Dia mengatakan tindakan premanisme ataupun penculikan tidak mungkin dilakukan dengan melibatkan aparatur lingkungan dan aparat penegak hukum.
"Kehadiran ketua RW dan kepolisian menjadi bukti autentik bahwa proses tersebut berjalan persuasif, transparan, dan di bawah pengawasan otoritas wilayah demi menjembatani klarifikasi,” tutur dia.
Dia menerangkan, tudingan adanya tekanan verbal sepihak atau anak Ahmad Bahar disandera dalam ruangan tertutup merupakan dramatisasi untuk mencari simpati publik.
“Fakta lapangan, ketika berada di kantor DPP, anak Ahmad Bahar ditanyakan secara langsung di ruang publik/terbuka, disaksikan oleh banyak orang (termasuk tamu-tamu GRIB yang hadir), serta didampingi secara melekat oleh ketua RW-nya untuk memastikan keamanan yang bersangkutan,” ujar dia.
Editor: Rizky Agustian